RADAR SURABAYA - Kebakaran besar terjadi di rumah milik Warsono, 69, warga Jalan Kedung Rukem IV Nomor 53, Kedungdoro, Tegalsari Surabaya, Kamis (17/4) sekitar pukul 01.15.
Akibat kebakaran tersebut, dua orang penghuni rumah meninggal dunia. Korban meninggal dunia Warsono, 69, dan anak pertamanya Suci Ramadhan, 36, tahun.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya Laksita Rini Sevriani mengatakan, kebakaran dilaporkan sekitar pukul 01.15. Satu Unit Tempur Pos Grudo tiba di lokasi kebakaran pukul 01.21. Kemudian disusul 14 Unit Tempur dari Pos Pasar Turi, Joyoboyo, Menur, Pakis TVRI, Sukolilo, Tambakrejo dan Rescue.
Api saat itu sudah membesar membakar rumah di lantai satu dan dua. Petugas lalu berjibaku memadamkan api. Sekitar pukul 01.37 api pokok padam dan dilanjutkan pembasahan hingga selesai pukul 03.05.
"Dua penghuni rumah meninggal dunia akibat kebakaran," ungkapnya, Kamis (17/4).
Korban pertama adalah Warsono pemilik rumah. Dia ditemukan meninggal dunia di anak tangga antara lantai satu dan dua. Korban sakit stroke dan selama ini tidur di lantai satu. Diduga saat itu korban sudah berusaha untuk naik ke lantai dua.
Sementara korban kedua, anak pertama pemilik rumah Suci Ramadhan. Dia ditemukan meninggal dunia terbakar di depan kamar lantai dua rumah.
"Ada lima penghuni di dalam rumah, tiga penghuni berhasil keluar melalui atap lantai 2, melompat ke bangunan tetangga," bebernya.
Dijelaskan Laksita, kebakaran diduga berasal dari lantai satu rumah yang digunakan untuk toko kelontong, penjualan gas elpiji, usaha air isi ulang dan frozen food. "Diduga awal mula api berasal dari lantai satu," sebutnya.
Bangunan lantai satu yang terbakar pada bagian penjualan elpiji, usaha air isi ulang dan frozen food. Sedangkn untuk toko kelontong aman hanya terimbas sedikit. Sementara bangunan lantai 2 terbakar 50 persen dan lantai tiga aman.
"Terdapat dua kendaraan roda dua yang ikut terbakar di dalam rumah. Untuk penyebab belum diketahui," tegasnya.
Adapub dua jenazah korban setelah dilakukan olah TKP dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya untuk keperluan visum. (rus)
Editor : Lambertus Hurek