RADAR SURABAYA - Kesembilan anjing ras lokal yang diduga memangsa pemiliknya, Yohanes De Fretes di Jalan Rungkut Harapan, Surabaya, Jumat (11/4) lalu.
Saat ini, anjing-anjing tersebut telah diamankan oleh komunitas pecinta anjing.
Bahkan komunitas tersebut membuka kesempatan adopsi anjing tersebut kepada masyarakat.
Anggota komunitas anjing, Anna Cahyo, mengatakan bahwa setelah dilakukan evakuasi oleh pihak BPBD Kota Surabaya dengan cara dibius jarak jauh, kini dalam keadaan baik.
Bahkan, dia menyebut anjing-anjing itu sempat mengalami trauma pasca kejadian tersebut.
"Sekarang sudah mulai terlihat semangat dan ceria, karena sebelumnya sempat trauma. Bahkan kini sudah ramah dan manja, berbeda sebelumnya yang terlihat ganas," kata Anna, Selasa (15/4).
Lebih lanjut dia menjelaskan, proses evakuasi dengan metode pembiusan membuat anjing tersebut mengalami trauma yang cukup berat.
"Namun, berkat perawatan intensif dan penuh kasih sayang dari tim kami, kondisi mereka kini sudah jauh membaik," jelasnya.
Bahkan dia yakin kesembilan anjing tersebut akan menjadi teman yang ramah setelah mengalami pemulihan.
"Kami yakin mereka (anjing, Red) akan menjadi teman yang setia bagi keluarga baru mereka," imbuhnya.
Anna mengatakan, jika ada masyarakat yang akan mengadopsi anjing tersebut harus memenuhi kriteria yang telah ditentukannya.
"Kami juga membuka kesempatan bagi masyarakat yang akan mengadopsi anjing-anjing tersebut. Tapi syaratnya harus benar-benar menyayangi anjing, dan menjamin mereka tidak akan diperjualbelikan atau dikonsumsi," tegas Anna.
Sembilan anjing tersebut terdiri dari satu anak anjing, dua anjing jantan, dan enam anjing betina tiga di antaranya hamil.
Sebelumnya komunitas anjing Surabaya mengaku kaget ada anjing yang memangsa pemiliknya sendiri.
Karena pihak keluarga menjelaskan dari hasil otopsi diketahui korban meninggal dunia terlebih dahulu karena sakit, sebelum akhirnya dimangsa anjing peliharaannya.
Korban ditemukan tewas di kamarnya dengan luka parah dibagian kepala dan wajah akibat dimangsa anjing peliharaannya. (rmt/nur)
Editor : Nurista Purnamasari