RADAR SURABAYA – Setelah tiga bulan beroperasi, layanan Electric City Bus Surabaya yang dioperasikan Yutaka Trans bekerja sama dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya semakin diminati warga.
Jalur eksisting dari Terminal Purabaya ke Kampus C Unair hingga Bundaran Mulyosari ITS dinilai cukup nyaman.
Sayangnya, meski banyak peminat, layanan ini belum menjangkau kebutuhan mobilitas warga secara menyeluruh di Kota Pahlawan.
Tingginya minat warga ini dipicu oleh ketepatan waktu dan layanan prima dari masing-masing unit.
Hal ini tentu membantu mobilitas warga Kota Pahlawan yang terbilang cukup tinggi.
“Jauh lebih nyaman daripada angkutan umum biasa. Kalau bisa sih jalurnya ditambah, biar nggak harus naik dua moda transportasi dulu ke sini,” kata Dita (22), salah satu Mahasiswa ITS yang biasa menggunakan moda transportasi pemkot itu.
Hal senada diungkapkan Firdaus (36), karyawan swasta asal Karangpilang. Ia berharap pemerintah segera menambah jalur baru.
“Kalau bisa lewat Diponegoro, Tugu Pahlawan sampai Ampel. Bisa melewati rute barulah lebih dilebarkan lagi (koridornya, Red)," tuturnya.
Warga juga menyambut positif rencana integrasi layanan ini dengan keberadaan Tunnel Intermoda Joyoboyo (TIJ) yang baru diresmikan.
Lokasi TIJ yang kini jadi tempat “healing” warga juga dinilai pas untuk dijadikan jalur atau terminal pemberangkatan.
Harapan warga, jalur yang dilalui Electric City Bus tidak hanya terpaku pada rute Purabaya - Unair - ITS, namun segera dikembangkan ke titik-titik padat aktivitas lainnya.
Di sisi lain, Kasi Angkutan Kasi Angkutan Jalan dan Penumpang Dishub Surabaya Ali Mustofa mengungkapkan kalau pihaknya saat ini memang tengah mengkaji rencana re-routing bus tersebut.
Hasil kajian ini nantinya akan menjadi dasar untuk usulan ke pimpinannya
"Kemarin hanya memenuhi demand dari mahasiswa dan warga di wilayah ITS mengingat di wilayah ini demandnya cukup besar. Secara bertahap untuk rute yg ramai akan kita tingkatkan fasilitasnya baik peningkatan armadanya maupun re-routing ke wilayah yang demandnya besar," kata Ali.
Sejauh ini, dia menambahkan, rute yang paling banyak peminat dari hasil pengamatan dishub adalah Benowo-Tunjungan.
Namun, kondisi itu masih terus dikaji oleh pihaknya sehingga ketika penerapan nantinya bisa tepat sasaran.
"Iya sekarang masih kami kaji dan juga sedang kami usulkan," pungkasnya. (dim/nur)
Editor : Nurista Purnamasari