Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

99 Persen Dosen Kimia Unair Surabaya Fokus Riset Kesehatan, Ini Hasilnya

Rahmat Sudrajat • Selasa, 15 April 2025 | 00:14 WIB
RISET: Mahasiswa saat berada di laboratorium. Program Studi Kimia Unair, 99 persen banyak melakukan riset di bidang kesehatan.
RISET: Mahasiswa saat berada di laboratorium. Program Studi Kimia Unair, 99 persen banyak melakukan riset di bidang kesehatan.

RADAR SURABAYA - Program Studi Kimia Universitas Airlangga (Unair) menunjukkan komitmen kuat pada riset terapan di bidang kesehatan.

Ketua Departemen Kimia Unair Prof. Mochamad Zakki Fahmi mengatakan, hampir 99 persen dosen prodi kimia Unair aktif melakukan riset aplikasi kesehatan, menghasilkan temuan-temuan inovatif dan berkontribusi pada peningkatan layanan kesehatan.

Hal ini menjadikan lulusan Prodi Kimia Unair sangat kompetitif di dunia kerja.

"Hampir 99 persen dosen kimia risetnya aplikasi kesehatan. Kita pun tergolong kuat untuk dasar kimia sains murni,” kata Prof. Zakki, Senin (14/4/2025).

Prof. Zakki menyampaikan bahwa saat ini departemen tengah menyiapkan adanya kurikulum baru.

Kurikulum baru dirancang untuk mengakomodasi berbagai aktivitas mahasiswa di luar program studi, sejalan dengan kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

"Agar mahasiswa dapat terus aktif dalam berbagai kegiatan yang mengarah pada pengembangan keahlian," terangnya.

Dari aspek riset, Prof. Zakki menerangkan bahwa selama lima tahun terakhir, Departemen Kimia berhasil melampaui target publikasi.

“Banyak dosen kami, peneliti-peneliti yang cukup produktif. Berdirinya teaching industry rumput laut Unair itu motor penggeraknya juga dari tim kimia dan kolaborasi dengan farmasi,” ungkapnya.

Hal ini membuktikan bahwa penelitiannya sudah mengarah pada riset internasional maupun terapan.

Dalam mendukung penelitian dan proses belajar, prodi ini juga memiliki fasilitas laboratorium modern yang tersebar di lingkungan departemen, fakultas, hingga universitas.

Tak hanya itu, keberadaan Lembaga Ilmu Hayati, Teknik, dan Rekayasa (LIHTR) turut memperluas akses mahasiswa terhadap kegiatan riset multidisipliner lintas bidang.

Prof. Zakki juga memaparkan terkait minat studi yang dapat mahasiswa dalami lebih lanjut, seperti Kimia Organik, Kimia Anorganik, Kimia Analitik, Kimia Fisik, dan Biokimia.

Setiap bidang tersebut, kata Prof Zakki, dilengkapi mata kuliah kapita selekta sesuai perkembangan teknologi terbaru bidang kimia.

Beberapa mata kuliah yang menarik untuk dipelajari adalah Kimia Polimer dan Proses Industri Kimia.

Menurut pakar kimia nano itu, adanya mata kuliah ini dapat membekali mahasiswa lebih siap menghadapi dunia kerja.

“Sudah terkonfirmasi dari beberapa pengalaman magang mahasiswa kami di sekolah dan industri. Ilmu yang mereka dapat dianggap relevan dan bermanfaat dalam praktiknya,” ujar Prof. Zakki.

Selain itu, lulusan Kimia Unair banyak bekerja di sektor industri, quality control, HRD, laboratorium industri dan penelitian, hingga menjadi pengajar, baik guru maupun dosen. (rmt/opi)

 

Editor : Nofilawati Anisa
#Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) #unair surabaya #Departemen Kimia Unair #Prof Mochamad Zakki Fahmi #riset kesehatan