RADAR SURABAYA - Menjelang pelaksanaan ibadah haji yang diawali keberangkatan 2 Mei mendatang, jemaah haji terus melakukan pemantapan.
Mengingat ibadah haji 90 persen merupakan menggunakan fisik. Sehingga perlu dibekali pengetahuan tentang pelaksanaan haji di tanah suci.
Seperti kegiatan manasik haji di Asrama Haji Sukolilo Surabaya yang mulai dilakukan.
Bahkan dari luar kota Surabaya juga menggelar manasik dengan simulasi pelaksanaan haji seperti mengitari replika ka'bah dengan dipandu oleh ketua Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU).
Jemaah haji mengikuti rangkaian manasik haji mulai dari rukun haji seperti berniat haji, kemudian melakukan wukuf, mengelilingi ka'bah sebanyak tujuh kali, dilanjutkan dengan sa'i atau berlari kecil dari bukit Shafa ke Bukit Marwa dan sebaliknya, hingga melontar jumratul aqabah.
Kepala UPT Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, Gartaman mengatakan menjelang keberangkatan jemaah haji ke tanah suci banyak jemaah menggelar simulasi haji.
Bahkan setelah pelaksanaan bimbingan manasik haji tingkat kota/kabupaten, dalam dua hari ini kegiatan manasik haji digelar.
"Ya dalam dua hari ini sudah mulai banyak yang menggelar manasik persiapan rangkaian ibadah haji. Ada yang dari Lamongan kemarin kemudian dari Jember juga ada. Sebagai kesiapan jemaah haji agar bisa melaksanakan rangkaian ibadah selamat di tanah suci dengan lancar dan mabrur," terang Gartaman.
Sementara itu, salah satu KBIHU asal Lamongan, menggelar pelaksanaan manasik haji, Minggu, (13/4).
Menurut koordinator KBIHU, Syamsul manasik di Asrama Haji Sukolilo Surabaya diikuti oleh ratusan jemaah yang tergabung dalam KBIHU-nya.
Jemaah haji mensimulasikan rangkaian pelaksanaan ibadah haji agar lebih memperdalam rangkaian ibadah haji di tanah suci.
"Kami juga memperlihatkan lokasi Asrama Haji Surabaya yang nantinya merupakan lokasi Keberangkatan sebelum ke tanah suci," ujar Syamsul.
Pembinaan haji dilakukan lebih kontinyu agar jemaah haji tidak lupa rukun haji, sehingga ibadahnya lebih optimal.
"Seperti tawaf kan bukan ibadah sehari-hari, jadi mereka kadang sering lupa. Sehingga kita lakukan pendalaman cara tawaf dan rukun haji lainnya," jelasnya.
Pada keberangkatan ibadah haji Provinsi Jawa Timur akan masuk ke dalam Embarkasi Surabaya bersama dengan Nusa Tenggara Timur sebanyak 668 orang dan Bali sebanyak 698 orang.
Sehingga total jemaah haji mencapai 36.518 orang dengan jumlah 97 kloter.
Jemaah haji asal Jawa Timur sebanyak 93 kloter, NTT 2 kloter dan Bali 2 kloter, dengan masing-masing kloter sebanyak 380 orang.
Dijadwalkan kloter perdana akan tiba di Embarkasi Surabaya 1 Mei dan akan terbang ke Madinah 2 Mei dengan menggunakan maskapai Saudi Arabia Airlines. (rmt/nur)
Editor : Nurista Purnamasari