RADAR SURABAYA - Wajah Pasar Kembang kini mulai berubah. Proyek revitalisasi pasar legendaris di jantung Kota Pahlawan itu telah mencapai progres 80 persen.
Dalam revitalisasi usai kejadian kebakaran pada tahun 2021 silam, Pasar Kembang tak hanya memperbaiki fasilitas pedagang, namun juga fasilitas keamanan dengan sistem pemadam cepat.
Proyek ini menghabiskan anggaran senilai lebih dari Rp 7 miliar yang berasal dari dana PD Pasar Surya tahun 2024, dengan target penyelesaian 90 hari kalender kerja.
Revitalisasi saat ini difokuskan pada area sisi utara. Sementara sisi selatan direncanakan akan mendapat perbaikan lewat kolaborasi dengan Bank Jatim.
Kepala Pasar Kembang, Endang mengatakan, di lantai dasar sisi utara terdapat sekitar 600 pedagang yang mayoritas menjual kebutuhan bahan pokok seperti sayuran dan ayam potong. Seluruh lantai di area ini kini diganti menggunakan keramik baru.
Sementara itu, di lantai dua terdapat 251 pedagang yang menjual kue, roti, jajanan pasar, nasi bungkus, dan lainnya.
Pembaruan paling mencolok adalah penambahan enam unit toilet baru yang terdiri dari kloset jongkok dan duduk. Atap pasar juga ditinggikan, menciptakan kesan lebih lapang dan bersih.
Fasilitas keselamatan turut mendapat perhatian khusus. Untuk pertama kalinya, PD Pasar Surya membangun grand water tank (GWT) atau tandon air berkapasitas besar di sisi depan pasar.
Fasilitas ini disiapkan sebagai antisipasi dini apabila terjadi kebakaran, merespons peristiwa kebakaran yang pernah melanda pasar ini pada Agustus 2021 lalu.
"GWT atau sistem penanggulangan kebakaran yang lebih cepat ini mungkin baru pertama ada di pasar milik pemkot. Ini bentuk nyata dari kemajuan fasilitas pasar," ujar Endang.
Tak hanya itu, pencahayaan pasar kini jauh lebih terang dengan penambahan 140 lampu penerangan dari sebelumnya hanya 30 unit. Sektor keamanan juga diperkuat dengan pemasangan 16 unit CCTV di berbagai titik.
“Dulu tidak ada CCTV sama sekali. Sekarang, pengawasan bisa lebih maksimal, jika ada tindak kejahatan, bisa langsung dilacak,” ujarnya.
Revitalisasi juga menyentuh sistem pengeras suara, sanitasi, dan saluran air. Seluruh fasilitas ini dirancang untuk menambah kenyamanan baik bagi pedagang maupun pengunjung.
Endang menargetkan revitalisasi sisi utara selesai tepat waktu pada 16 April 2025.
Ia juga menyebut, pedagang di lantai dua dikenai tarif sewa Rp 177.600 per meja per bulan, yang sudah termasuk listrik dan kebersihan.
“Harapannya, Pasar Kembang bisa makin nyaman, modern, dan mendongkrak roda ekonomi lokal. Semoga sisi selatan juga bisa segera menyusul,” pungkasnya. (dim/nur)
Editor : Nurista Purnamasari