Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Panen Raya Padi Capai 20 Ton, Surabaya Genjot Indeks Pertanaman

Dimas Mahendra • Selasa, 8 April 2025 | 03:17 WIB

 

Panen raya padi serentak di Surabaya, Senin (7/4).
Panen raya padi serentak di Surabaya, Senin (7/4).

RADAR SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mencatat hasil panen raya padi tahun ini mencapai lebih dari 20 ton gabah kering panen (GKP) dari dua lokasi berbeda. Hal ini terungkap dari hasil panen raya padi serentak di sejumlah wilayah di Indonesia.

Untuk panen di Surabaya sendiri dilakukan serentak di lahan pertanian Kecamatan Bulak dan Wiyung.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya, Antiek Sugiharti menjelaskan, panen raya digelar di lahan seluas total 2,4 hektare, masing-masing 2 hektare di Bulak dan 0,4 hektare di Wiyung.

“Dari lahan 2,4 hektare, total hasil panen mencapai sekitar 20,35 ton. Rata-rata produktivitas mencapai 8,48 ton per hektare,” kata Antiek pada Radar Surabaya, Senin (7/4). 

Meski berada di tengah kota besar dengan keterbatasan lahan, Surabaya terus mendorong ketahanan pangan berbasis lokal.

Menurut Antiek, menambah luas lahan pertanian bukan pilihan realistis, namun pemkot akan fokus meningkatkan intensitas tanam.

Upaya ini sejalan dengan strategi ketahanan pangan yang mengedepankan efisiensi pemanfaatan ruang, inovasi teknologi, serta dukungan terhadap petani lokal di tengah keterbatasan lahan.

“Kami akan menambah luas tanam dengan meningkatkan indeks pertanaman,” ujarnya.

Selain peningkatan indeks tanam, Pemkot Surabaya juga terus mendorong pemanfaatan teknologi pertanian dan kolaborasi antara kelompok tani dan stakeholder lain.

Hal ini dilakukan melalui pelatihan, pendampingan, serta bantuan alat dan bibit unggul agar hasil panen tetap optimal meski lahan terbatas.

Lebih lanjut, DKPP juga menggandeng berbagai komunitas pertanian perkotaan (urban farming) yang tumbuh di tengah masyarakat.

Inisiatif seperti pertanian di pekarangan rumah, hidroponik, dan kolam ikan sistem bioflok menjadi pelengkap dari produksi pangan berbasis lahan sawah.

Panen raya ini pun menjadi simbol bahwa pertanian masih memiliki tempat penting di kota besar.

Selain mendukung ketersediaan bahan pangan lokal, keberadaan lahan pertanian juga ikut menjaga ekosistem kota dan membuka lapangan kerja di sektor pertanian. (dim/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#surabaya #panen raya #lahan pertanian #ketahanan pangan #pemkot surabaya