Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Volume Kendaraan di Pintu Masuk Surabaya Mulai Meningkat Pasca Libur Lebaran

Rahmat Sudrajat • Senin, 7 April 2025 | 21:21 WIB
BALIK: Pengendara bermotor di pintu masuk kota Surabaya, Romokalisari-Greges mulai meningkat pasca libur lebaran.
BALIK: Pengendara bermotor di pintu masuk kota Surabaya, Romokalisari-Greges mulai meningkat pasca libur lebaran.

RADAR SURABAYA - Volume kendaraan di Surabaya mulai meningkat pasca libur panjang Lebaran 2025.

Meski belum mencapai 100 persen, kepadatan lalu lintas sudah terlihat di beberapa titik, seperti kawasan Romokalisari pada Senin (7/4).

Kepadatan ini belum seperti hari biasa karena sebagian ASN dan karyawan baru akan masuk kerja pada Selasa (8/4), sementara anak sekolah masuk pada Rabu (9/4).

Pantauan di lapangan menunjukkan arus kendaraan roda dua dan empat dari arah Gresik menuju Surabaya cukup ramai, begitu pula sebaliknya.

Truk-truk besar juga terlihat melintas di kawasan yang biasanya padat saat hari kerja, menandakan aktivitas pabrik dan pergudangan di sekitar Romokalisari telah kembali normal.

Menariknya, volume kendaraan yang menuju luar kota Surabaya, terutama truk-truk besar, lebih banyak dibandingkan kendaraan yang masuk kota.

Sebaliknya, sepeda motor dan mobil pribadi lebih banyak menuju Surabaya.

Pemudik yang baru kembali ke Surabaya juga masih terlihat, terutama menggunakan sepeda motor dan membawa barang bawaan, seperti yang terpantau di Jembatan Branjangan.

"Ya ini baru pulang mudik, karena libur panjang jadi milih baliknya hari ini," ujar Anwar, seorang pengendara yang baru pulang dari Bojonegoro.

Diperkirakan kepadatan lalu lintas akan meningkat signifikan di kawasan Romokalisari hingga Tambak Osowilangon pada Selasa (8/4) pagi.

Selain itu di pusat kota Surabaya aktivitas masyarakat juga mulai kembali normal. Kendaraan juga sudah mulai padat.

Pengamat dan pakar transportasi, Machsus Fawzi, menilai libur panjang memberikan waktu lebih bagi pekerja untuk memilih waktu kepulangan, sehingga arus lalu lintas lebih lancar.

"Dengan libur panjang ini, para pekerja bisa memilih waktu yang tepat untuk kembali, sehingga kurva lalu lintas tidak memuncak di momen tertentu," jelasnya.

Selain itu dengan melandainya rute yang dilalui saat arus balik lebaran maka tidak terjadi problem krusial seperti kemacetan parah yang terjadi.

Seperti kejadian tahun 2016 yang terkenal dengan tragedi Brexit, kejadian macet terparah selama dua hari dua malam yang terjadi di gerbang tol Brebes Timur mulai dari Tol Pejagan-Pemalang.

Tragedi itu menewaskan 17 orang pemudik serta puluhan orang dirawat di rumah sakit dikarenakan serangan jantung, keracunan karbon dioksida, hingga kelelahan.

Machsus juga berharap ada jalur alternatif jika terjadi kepadatan baik di jalan tol maupun non tol.

"Jalur alternatif perlu dilakukan, tapi perlu disiapkan rambu petunjuk untuk memudahkan pergerakan mobilitas masyarakat agar segera lepas di exit tol," pungkasnya. (rmt/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#volume kendaraan #surabaya #arus balik #kota pahlawan #lebaran #libur panjang