Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Tingkatkan PAD, Terminal Tambak Osowilangon Surabaya Bisa Dialihfungsikan untuk Lahan Parkir Truk

Rahmat Sudrajat • Sabtu, 5 April 2025 | 02:47 WIB
JADI LAHAN PARKIR: Truk ekspedisi yang diparkir di area Terminal Tambak Osowilangon.
JADI LAHAN PARKIR: Truk ekspedisi yang diparkir di area Terminal Tambak Osowilangon.

RADAR SURABAYA - Terminal Tambak Osowilangon (TOW) Surabaya terpaksa mengalihfungsikan lahannya meskipun masih beroperasi untuk melayani kebutuhan transportasi bus antar kota antar provinsi (AKAP) dan antar kota dalam provinsi (AKDP), termasuk saat arus mudik dan balik lebaran.

Pasalnya, terminal ini hanya melayani 10 trayek dengan penumpang yang terus menurun, bahkan saat puncak arus mudik hanya mencapai 50 orang per hari.

Kepala UPT Terminal Tambak Osowilangon, Hery Isbiyanto, mengungkapkan bahwa penurunan penumpang dan armada bus terjadi dalam beberapa tahun terakhir. "Pada hari biasa, penumpang hanya sekitar 20 orang," tambahnya.

Untuk mengatasi hal ini, pihak terminal berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya dan mengalihkan sebagian lahan menjadi area parkir truk angkutan barang. Shelter bus AKAP/AKDP juga dipindahkan ke area baru di jalur bus kota.

"Langkah ini sangat membantu meningkatkan pendapatan terminal. Kami ditugaskan Dishub Surabaya untuk meningkatkan PAD (Pendapatan Asli Daerah)," jelas Hery, Jumat (4/4). 

Parkir truk ditempatkan di belakang terminal, termasuk di shelter lama bus AKAP/AKDP. Kebijakan ini mulai berlaku sejak Desember 2024.

Hery menambahkan, terminal tipe C ini mampu menampung 75 truk dengan sistem satuan ruang parkir (SRP). 

Mayoritas truk yang parkir merupakan kendaraan pengiriman barang Shopee yang akan menuju gudang di kawasan Romokalisari.

"Kami berkoordinasi dengan Shopee dan Pelindo agar truk tidak parkir sembarangan," ujar Hery. 

Tarif parkir truk saat ini Rp 5.000 untuk dua jam pertama dan Rp 1.000 per jam berikutnya. "Akan ada revisi perwali terkait tarif ini," imbuhnya. 

Ke depan, terminal yang dikelola Pemkot Surabaya ini akan diperluas menjadi tiga tahap.

Pertama pembangunan area belakang untuk parkir truk dan ekspedisi. Kedua penyediaan fasilitas angkutan kota (feeder).

Dan ketiga pembangunan terminal bus di area depan. "Rencana ini masih dibahas bersama Dishub Surabaya," pungkas Hery. (rmt/rak)

Editor : Nurista Purnamasari
#surabaya #shopee #pelindo #Terminal TOW #tambak osowilangon #lahan parkir #pad