RADAR SURABAYA – BMKG Juanda mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem di wilayah Jawa Timur yang dapat mengakibatkan bencana hidrometeorologi, seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, jalan licin, pohon tumbang, serta berkurangnya jarak pandang.
Kondisi ini disebabkan oleh beberapa faktor atmosfer, yaitu:
Pertama, adanya pola pertemuan angin (konvergensi) di wilayah Jawa Timur yang meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan.
Kedua, aktivitas gangguan atmosfer Equatorial Rossby dan Kelvin yang memicu peningkatan curah hujan.
Ketiga, atmosfer Jawa Timur yang sangat lembap dari lapisan bawah hingga atas, mendukung terbentuknya hujan lebat.
Keempat, kondisi atmosfer yang labil, sehingga memperbesar peluang terjadinya hujan intensitas tinggi disertai angin kencang dan petir.
Wilayah yang berpotensi terdampak meliputi berbagai kabupaten dan kota di Jawa Timur, termasuk Jombang, Lamongan, Madiun, Mojokerto, Ngawi, Banyuwangi, Bojonegoro, Gresik, Jember, Kediri, Malang, Lumajang, Magetan, Pacitan, Probolinggo, Sidoarjo, Tuban, Tulungagung, Batu, Bondowoso, Situbondo, dan Sumenep.
BMKG Juanda mengimbau masyarakat untuk selalu waspada, terutama bagi pemudik yang sedang dalam perjalanan arus balik. Jika cuaca ekstrem terjadi, diimbau untuk tidak memaksakan perjalanan demi keselamatan. (*)
Editor : Lambertus Hurek