Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

70 Persen Pemudik Tinggalkan Surabaya, Jalanan Kota Pahlawan Lengang, Udara Segar, dan Polusi Menurun

Rahmat Sudrajat • Rabu, 2 April 2025 | 20:51 WIB
TAK SEPERTI BIASA: Kondisi lalu lintas di jalanan di pusat kota Surabaya terpantau lengang saat libur lebaran.
TAK SEPERTI BIASA: Kondisi lalu lintas di jalanan di pusat kota Surabaya terpantau lengang saat libur lebaran.

RADAR SURABAYA - Jalanan kota Surabaya saat libur panjang lebaran Idul Fitri tak seperti pada hari biasa.

Jalanan yang biasanya padat dengan kendaraan roda empat dan roda dua kini lengang.

Seperti di Jalan Gubernur Suryo yang biasanya padat kendaraan 0pllterpantau lengang.

Tak hanya di jantung kota saja, di wilayah perbatasan kota Surabaya seperti di Jalan Romokalisari juga terlihat sepi, biasanya kendaraan besar mendominasi serta roda dua dan empat.

Lengannya kendaraan di jalanan kota Surabaya dikarenakan mayoritaslĺ masyarakat masih mudik lebaran ke kampung halaman.

Rata-rata masyarakat Surabaya merupakan pendatang yang mencari rezeki di Kota Pahlawan.

Tentu lengangnya jalanan di Kota Surabaya berpengaruh pada kualitas udara.

Polusi kendaraan bermotor pun juga berkurang. Kemacetan pun tidak terlihat.

Diprediksi selama sepekan kondisi jalanan Surabaya akan lengang.

"Pasti, jika mudik tiba kondisi jalanan di Surabaya juga akan berpengaruh. Karena banyaknya masyarakat yang mudik ke kampung untuk berlebaran," kata pengamat dan pakar transportasi Machsus Fawzi, Selasa (1/4).

Banyak kendaraan yang sudah keluar kota, dipastikan mereka sudah meninggalkan Kota Surabaya sejak Jumat (28/3) lalu, mengingat banyak pekerja yang sudah libur.

"Jumat kemarin sudah mulai masyarakat keluar kota untuk mudik. Sedangkan puncak pergerakan mobilisasi masyarakat meninggalkan Surabaya Jumat sampai Sabtu," ujarnya.

Dia juga memprediksi sekitar 70 persen mobilisasi kendaraan di Surabaya berkurang.

Sedangkan kendaraan yang masuk ke Kota Surabaya dipastikan tidak terlalu banyak.

"Kalau yang masuk ada, terutama yang warga yang mudik ke Surabaya tapi tidak sebanding yang keluar," ujarnya.

Sepinya kota Surabaya tentu akan berpengaruh pada perputaran ekonomi. Namun hal itu wajar menurutnya.

"Pergeseran ekonomi di kota besar selama mudik lebaran akan menurun tapi itu hanya beberapa hari saja. Sekarang giliran daerah lain yang panen hasil dari pergerakan pemudik selama lebaran," terang dosen ITS itu.

Sementara itu, dari data yang dihimpun setiap harinya jalanan di Surabaya tercatat 93.000 lebih kendaraan yang berlalu-lalang terutama untuk roda empat dan 413.500 untuk roda dua.

Penurunan kendaraan saat lebaran, disebabkan oleh beberapa hal, karena mudik lebaran dengan menggunakan kendaraan pribadi sehingga warga keluar kota selama lebaran, hingga penggunaan transportasi publik untuk pulang ke kampung halaman.

"Analisanya bukan volume lalu lintas yang keluar dan dan masuk, karena beberapa hal seperti mereka menggunakan transportasi publik juga ke kampung halaman bisa mengakibatkan penurunan," kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya, Tundjung Iswandaru.

Pihaknya juga mewaspadai kemacetan di H+3 hingga H+7 di sejumlah titik objek wisata yang sering mengalami kemacetan.

"Kemungkin besok Surabaya mulai ramai untuk pendatang yang akan ke objek wisata. Karena H+1 dan H+2 biasanya masih digunakan untuk silahturahmi. Baru tiga hari setelahnya mereka berlibur ke objek wisata yang ada di Surabaya," jelasnya.

Pihaknya juga sudah mengantisipasi apabila terjadi kemacetan di tempat wisata dengan menerjunkan petugas.

"Kami sudah antisipasi juga dengan petugas kami dan jajaran samping dan kami sediakan kantong-kantong parkir juga untuk membludaknya pengunjung seperti di KBS, THP Kenjeran maupun obyek wisata lainnya," pungkasnya. (rmt/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#libur lebaran #kemacetan #surabaya #idul fitri #kota pahlawan #polusi