RADAR SURABAYA – Kota Surabaya memiliki peluang besar untuk memanfaatkan momentum mudik lebaran sebagai ajang promosi pariwisata.
Dengan meningkatnya mobilitas masyarakat selama libur panjang, kota ini berpotensi menjadi destinasi unggulan dalam konsep urban tourism.
Pengamat Kebijakan Publik Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, Andri Ariyanto, menilai tradisi mudik lebaran dapat menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi lokal dan sektor pariwisata.
“Pasca pandemi, pergerakan masyarakat saat lebaran semakin meningkat, terutama untuk mudik dan berwisata. Dengan adanya libur panjang, ini menjadi peluang besar untuk mendorong ekonomi lokal melalui sektor pariwisata dan ekonomi kreatif,” ujarnya, Kamis (27/3).
Andri menjelaskan, dalam beberapa tahun terakhir, Surabaya telah mengembangkan berbagai destinasi wisata, mulai dari wisata sejarah, budaya, hingga kawasan rekreasi modern.
Hal ini membuka peluang besar bagi kota ini untuk memperkenalkan diri sebagai pusat urban tourism.
"Urban tourism berfokus pada pariwisata berbasis perkotaan, yang mencakup kunjungan ke berbagai destinasi seperti monumen bersejarah, museum, pusat hiburan, wisata kuliner, hingga pusat perbelanjaan. Ini menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan," jelasnya.
Beberapa lokasi yang menurut Andri memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi urban tourism di Surabaya antara lain wisata sejarah dan budaya seperti monumen, museum, serta bangunan bersejarah.
Lalu ada juga belanja dan kuliner seperti pusat perbelanjaan modern, pasar tradisional, serta aneka kuliner khas Surabaya, wisata bahari seperti Pelabuhan bersejarah serta Taman Hiburan Pantai (THP) Kenjeran.
Dengan berbagai pilihan wisata tersebut, Surabaya dapat memberikan pengalaman eksplorasi kota yang lebih luas, mulai dari arsitektur hingga interaksi sosial di ruang-ruang publik.
Andri pun berharap Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dan masyarakat dapat berperan aktif dalam menyambut wisatawan dengan keramahan serta terus mempromosikan kota ini sebagai destinasi global.
"Jika urban tourism dikembangkan dengan baik, Surabaya bisa semakin dikenal sebagai kota dunia, sejajar dengan kota-kota besar lainnya yang telah lebih dulu mengembangkan sektor pariwisatanya," pungkasnya. (dim/nur)
Editor : Nurista Purnamasari