RADAR SURABAYA – Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Surabaya bersiap menghadapi potensi peningkatan kasus penyakit selama arus mudik lebaran 2025.
Berbagai layanan kesehatan telah disiapkan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Kepala Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Surabaya, Rosidi Roslan menjelaskan, selama momen mudik lebaran, pihaknya menyediakan layanan kesehatan terbatas, pelayanan kegawatdaruratan, dan pelayanan laik terbang.
Sekain itu juga pelayanan izin angkut orang sakit, surat keterangan angkut jenazah, pengawasan orang dan alat angkut di pintu masuk negara, serta yang baru tahun ini, cek kesehatan gratis (CKG) paket cepat.
"Layanan-layanan tersebut dapat diakses di berbagai pintu masuk negara di wilayah kerja BBKK Surabaya, termasuk Bandara Internasional Juanda (T1 dan T2), Bandara Dhoho Kediri, Terminal Penumpang Gapura Surya Nusantara (GSN) Tanjung Perak, Pelabuhan Gresik, Tuban, dan Kalianget," kata Rosidi, Rabu (26/3).
CKG juga dapat dilakukan di kantor induk dan kantor wilayah BBKK Surabaya.
"CKG Paket Cepat ini merupakan program baru dari Kemenkes yang dimulai sejak 24 Maret 2025," kata Rosidi.
Layanan ini gratis dan dapat diakses oleh semua masyarakat, baik melalui aplikasi SatuSehat maupun secara langsung dengan menggunakan nomor Whatsapp dan NIK.
CKG meliputi kuesioner mandiri seperti merokok, aktivitas fisik, TBC, kesehatan jiwa, pemeriksaan fisik status gizi, tekanan darah, kadar glukosa darah, dan pemeriksaan wawancara/screening (screening PPOK, kanker paru, dan kesehatan lansia).
Selain CKG, layanan kesehatan khusus mudik juga akan beroperasi seperti tahun-tahun sebelumnya, termasuk posko kesehatan lebaran yang beroperasi 24 jam untuk penanganan pengobatan simtomatik, kegawatdaruratan, dan penerbitan surat izin bagi pelaku perjalanan.
"Sekitar 130 personil akan disiagakan selama masa mudik dan balik," ujarnya.
Rosidi menyebut beberapa penyakit menular yang perlu diwaspadai selama mudik lebaran adalah influenza, ISPA, dan diare akut. Sedangkan untuk penyakit menular dari luar negeri, pihaknya juga mewaspadai Covid-19, Mpox, Legionellosis, dan Meningitis.
"Pencegahan terbaik adalah dengan menerapkan protokol kesehatan dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)," tuturnya.
Rosidi juga mengingatkan pentingnya persiapan kondisi fisik dan mental sebelum perjalanan mudik, membawa obat-obatan pribadi, dan beristirahat cukup selama perjalanan untuk mencegah kelelahan dan nyeri otot.
"Jika mengalami gangguan kesehatan selama perjalanan, silakan akses layanan kesehatan gratis terdekat," pungkasnya. (rmt/nur)
Editor : Nurista Purnamasari