RADAR SURABAYA – Saat lebaran, biasanya kebutuhan akan energi meningkat, seperti listrik, elpiji, dan listrik.
Oleh sebab itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia melakukan kunjungan kerja ke Surabaya untuk meninjau kesiapan energi selama Ramadan dan Idul Fitri 1446 Hijriah.
Bahlil mengecek stok elpiji, bahan bakar minyak (BBM), serta pasokan listrik menjelang Lebaran, Selasa (25/3).
Kunjungan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dimulai dari salah satu pangkalan elpiji di depan Pasar Karah, Surabaya.
Di sana, ia mengecek tabung elpiji kosong yang sesuai standar berat 5 kilogram.
“Nah, ini yang benar. Kalau kosong, beratnya harus 5 kilogram,” ujarnya sambil menimbang tabung elpiji 3 kilogram.
Ia juga memastikan stok elpiji di tingkat pangkalan aman selama Ramadan dan menjelang Lebaran.
“Pangkalan ini menjual 1.800 tabung per bulan, 180 tabung dalam dua hari. Kalau semua pangkalan seperti ini, saya pikir tidak ada masalah,” katanya.
Setelah dari pangkalan elpiji, Bahlil melanjutkan kunjungan ke beberapa lokasi lain, termasuk SPBU Pertamina di Jalan dr Soetomo, Jargas PGN di Rusun Grudo, PLN UID Jatim, serta Integrated Terminal BBM Surabaya Group.
Selama periode Satgas RAFI 2025, konsumsi BBM di Jawa Timur diperkirakan meningkat sekitar 9,5 persen dari rata-rata normal 12.728 KL/hari untuk jenis Gasoline.
Sementara itu, konsumsi Gasoil diprediksi turun sekitar 14,4 persen dari rata-rata normal 6.451 KL per hari akibat pembatasan operasional kendaraan angkutan barang dan truk.
Untuk kebutuhan LPG, terjadi peningkatan sekitar 6,0 persen dari rata-rata normal harian 4.663 MT per hari.
Dalam inspeksi ke sistem kelistrikan PLN di Jawa Timur, Bahlil memastikan pasokan listrik cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Lebaran 2025.
“Listrik PLN di Jatim, alhamdulillah, kapasitasnya mencapai 10 gigawatt. Saat ini, pemakaian berada di angka 6,5 gigawatt, dan saat puncak Idul Fitri, pemakaian justru turun menjadi 4,5 gigawatt. Artinya, cadangan listrik masih sekitar 50 persen,” jelasnya.
PLN juga telah menyiapkan sekitar 3.500 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di sepanjang jalur mudik dan arus balik Lebaran 2025.
Pemudik dapat memanfaatkan fitur Trip Planner di aplikasi PLN Mobile untuk menemukan lokasi SPKLU terdekat.
“Di ribuan SPKLU tersebut, PLN menyiagakan sekitar 1.700 personel untuk melayani pemudik pengguna kendaraan listrik. Bahkan, PLN telah menyiapkan mobil pengisian daya darurat bagi pemudik yang kehabisan daya di tengah perjalanan,” tambahnya.
Sementara itu, Direktur PLN Darmawan Prasodjo menambahkan, jumlah SPKLU mengalami peningkatan signifikan, mencapai 7,5 kali lipat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Jumlah ini sangat cukup untuk melayani pemudik kendaraan listrik, yang diperkirakan meningkat lima kali lipat tahun ini,” pungkasnya. (nir/rek)
Editor : Nurista Purnamasari