Kerusakan terjadi di beberapa titik, termasuk Gedung Grahadi, Taman Apsari dan trotoar di sekitar Jalan Pemuda serta Jalan Gubernur Suryo.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto mengatakan, beberapa fasum yang rusak sudah mulai diperbaiki sejak malam setelah demo berlangsung.
Namun, beberapa bagian masih membutuhkan waktu lebih lama untuk diperbaiki.
"Beberapa sudah diperbaiki tadi malam, tinggal semak-semak dan bola-bola beton yang butuh waktu lebih lama," ujar Dedik pada Radar Surabaya, Selasa (25/3).
Dari pendataan yang dilakukan DLH, fasum yang mengalami kerusakan antara lain lampu sorot, semak-semak, tutup tong sampah, bola-bola beton, pagar, serta lantai trotoar yang dicoret-coret dengan cat semprot.
Kerusakan ini tersebar di sepanjang ruas Jalan Pemuda dan Jalan Gubernur Suryo.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Pengelolaan Keanekaragaman Hayati Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Myrna Augusta Aditya mengungkapkan, salah satu titik yang mengalami kerusakan cukup parah adalah area tanaman di Taman Apsari.
Selain itu, beberapa lampu sorot juga mengalami kerusakan, serta lantai trotoar yang dicoret-coret.
"Kami sudah melakukan inventarisasi, kerusakannya meliputi tanaman di Taman Apsari, lampu sorot, dan beberapa bagian lantai yang dicoret-coret serta mengalami kerusakan," kata Myrna.
Saat ini, DLH masih berkoordinasi dengan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) untuk memastikan apakah ada kemungkinan penggantian biaya perbaikan dari pihak yang bertanggung jawab atas demo tersebut.
Jika tidak memungkinkan, maka perbaikan akan segera dilakukan menggunakan anggaran perawatan taman yang bersumber dari APBD.
DLH juga sudah mulai membersihkan coretan-coretan di lantai pedestrian yang terkena cat semprot.
Myrna berharap proses ini dapat dilakukan dengan cepat agar trotoar bisa kembali bersih.
"Saat ini sedang dalam proses pembersihan coretan-coretan. Semoga bisa hilang sepenuhnya," pungkasnya. (dim/nur)
Editor : Nurista Purnamasari