RADAR SURABAYA - Jelang perayaan Hari Raya Idul Fitri, penjualan kue kering mengalami peningkatan signifikan.
Para pelaku usaha kecil menengah (UKM) pembuatan kue kering, merasakan dampak positif dari meningkatnya permintaan ini.
Berbagai jenis kue kering, mulai dari nastar, kastengel, putri salju, chococips almond hingga kue kering modern dengan varian rasa unik, menjadi favorit masyarakat.
Seperti yang Kurniati, pelaku UKM kue kering di Ketandan, Surabaya mengatakan bahwa meskipun hanya melayani pesanan saja, ia sudah menerima sejak dua minggu sebelum Ramadan.
"Saya tahun ini memang membatasi pesanan. Tapi meskipun begitu, para pelanggan yang biasanya memesanan hanya 10 boks, sekarang bisa 60 boks," kata Kurniati saat ditemui di rumahnya, Senin (24/3).
Nia, sapaan akrab Kurniati menyampaikan, pada tahun ini telah menerima 400 paket untuk orderan untuk varian reguler dan juga 1.200 toples untuk varian premium.
Pesanan tersebut berasal dari Surabaya dan luar Surabaya seperti Jakarta dan wilayah Jawa Timur.
"Sekarang saya sudah closed order, ini hanya menyelesaikan pembuatan saja," terang pemilik brand Narayya Cookies tersebut.
Ia membuat dua varian, yakni paket reguler yang berisi empat jenis kue dan varian premium. Yang membedakan dari bahannya.
Harga yang dipatok untuk yang reguler mulai dari Rp 220 ribu, dengan isian enam toples.
Pertoples isinya 250-300 gram. Sedangkan untuk paket premium, harganya mulai dari Rp 100 ribu hingga Rp 110 ribu pertoples dengan berat 500 gram.
Uniknya dalam proses pembuatannya, Nia menyiarkannya secara live melalui media sosialnya.
"Itu tidak lebih untuk disimpan sendiri, sebagai arsip. Selain itu juga berbagi resep dengan para pengikut akunnya," terang perempuan asal Bandung tersebut. (sam/nur)
Editor : Nurista Purnamasari