RADAR SURABAYA - Polda Jatim mendirikan 149 pos pengamanan (pam) mudik dan balik lebaran tahun 2025 yang tersebar di seluruh wilayah Jawa Timur.
Ratusan pos pam tersebut mulai sekarang bisa dimanfaatkan pemudik untuk istirahat atau memberikan informasi kepada petugas.
Selain itu, dalam pengamanan arus mudik, Polda Jatim mengimbau pemudik dari Jatim yang akan ke Bali untuk menyeberang dari Ketapang ke Gilimanuk Jumat (28/3) siang.
Sebab, momen mudik berbarengan dengan perayaan Hari Raya Nyepi di Bali dan Pelabuhan Ketapang Banyuwangi akan ditutup mulai Jumat (28/3) sekitar pukul 17.00 dan dibuka kembali pada Minggu (30/3) pukul 06.00.
Dirlantas Polda Jatim Kombes Pol Komarudin mengatakan, pelaksanaan Operasi Ketupat 2025 khusus di enam wilayah telah dimulai.
Diantaranya Polda-polda di pulau Jawa, Lampung dan Bali.
Di Jatim sendiri 15.231 personel gabungan TNI, Polri dan instansi terkait diterjunkan dalam pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2025.
"Kemudian, digelar 149 pos pengamanan, 41 pos pelayanan, dan 13 pos terpadu. Ini tentu bermaksud agar pelaksanaan kegiatan mudik masyarakat bisa berjalan aman, tertib lancar tentunya berkeselamatan," ujarnya di Mapolda Jatim, Minggu (23/3) malam.
Berbagai potensi kerawanan juga sudah dipetakan. Salah satunya sampai hari ini diketahui curah hujan masih tinggi dan beberapa titik genangan air juga menjadi salah satu kendala perlambatan kendaraan.
Selain itu, juga ada simpul-simpul (kemacetan) yang menjadi pekerjaan rumah.
Komarudin berharap ke depan dengan kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah bahwa ada kebijakan WFA (work from anywhere) dan sebagainya bisa membagi pola pergerakan dari pemudik.
"Mudah-mudahan tidak terlalu menumpuk. Walaupun prediksi kami puncak arus mudik tanggal 27 dan 28 Maret 2025. Kemudian arus balik akan terjadi 5 sampai 7 April 2025," ungkapnya.
Untuk itu, lanjut Komarudin, Ditlantas Polda Jatim menyiapkan aplikasi yang memudahkan masyarakat nantinya untuk bisa memantau situasi terkini update tentang situasi di jalan raya dan daerah sekiranya nanti ada rekayasa arus lalu lintas.
"Ini adalah aplikasi Mahameru Quick Respon. Ada 1.361 kamera tersebar diantaranya 84 titik di jalan tol , 1.277 kamera di arteri ditambah 107 dashcamp kamera yang terpasang pada kendaraan patroli," tuturnya.
Ribuan kamera ini digunakan untuk memantau aktifitas termasuk untuk mendampingi para pengemudi.
"Kita ketahui di jalan tol kita ada tiga titik lelah yang sangat riskan bagi para pengendara khususnya dari luar Jatim yang akan masuk ke Jatim. Manakala berkendara dalam kondisi yang lelah berisiko terjadi kecelakaan," paparnya.
Mantan Kapolres Metro Jakarta Pusat ini menuturkan, dalam aplikasi Mahameru Quick Respon ada yang terbaru dibangun yakni traffic counting.
"Seperti ini kita bisa melihat seluruh aktifivas kendaraan yang keluar dan masuk Jatim. Saat ini kita bisa memantau kendaraan yang masuk ke Jatim roda dua sebanyak 10.884 kendaraan, roda empat 6.287, keluar 13 ribu," paparnya.
Jalur-jalur ke daerah wisata seperti Malang juga dipantau dengan sistem ini guna mengantisipasi lonjakan pengunjung pada H+1 dan H+2 Lebaran.
Bagi pemudik yang hendak menuju Bali, Komarudin mengingatkan bahwa layanan penyeberangan dari Pelabuhan Ketapang ke Gilimanuk akan ditutup pada Jumat 28 Maret 2025 pukul 17.00 WIB.
"Masyarakat yang ingin menyeberang ke Bali diharapkan berangkat sebelum pukul 17.00 atau setidaknya pada siang hari. Hal ini untuk menghormati perayaan Nyepi, di mana seluruh aktivitas di Bali akan berhenti," urainya.
Polda Jatim juga telah menyiapkan lima buffer zone untuk mengantisipasi kendaraan berat bersumbu tiga ke atas yang terkena aturan pembatasan operasional mulai tengah malam nanti.
"Jatim menjadi urutan kedua pengirim atau daerah asal terbanyak dan juga urutan kedua daerah tujuan destinasi. Kepada saudara-saudara yang mudik pastikan betul kondisi dalam keadaan fit kondisi sehat dan kendaraan pastikan siap laik jalan," pesannya.
Dia juga mengimbau untuk pemudik bisa beristirahat di pos pengamanan yang telah disiapkan dan masyarakat memilih angkutan umum yang sudah melalui uji KIR agar perjalanan tetap aman.
"Kami juga akan terus memperbarui informasi rekayasa lalu lintas dan kondisi jalan melalui media sosial setiap jam. Pemudik dapat mengakses informasi ini untuk mengetahui jalur-jalur yang mengalami kemacetan atau pengalihan arus," pungkasnya. (rus/nur)
Editor : Nurista Purnamasari