Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Murid SD Ciputra Kunjungi Kantor Radar Surabaya, Antusias Pelajari Sejarah Bangunan Cagar Budaya

Rahmat Sudrajat • Jumat, 21 Maret 2025 | 20:50 WIB
Murid-murid Sekolah Ciputra saat mengunjungi kantor Radar Surabaya. (Hurek/Radar Surabaya)
Murid-murid Sekolah Ciputra saat mengunjungi kantor Radar Surabaya. (Hurek/Radar Surabaya)

RADAR SURABAYA – Sebanyak 30 murid SD Ciputra Surabaya mengunjungi kantor Radar Surabaya di Jalan Kembang Jepun 167-169, Kamis (21/3). Didampingi guru pembimbing Hestya Utami serta pengurus komunitas Roode Brug Soerabaia, para siswa tampak antusias menggali sejarah bangunan cagar budaya yang berada di kawasan Kota Lama Surabaya itu.

"Kami mampir untuk melihat arsitekturnya serta sedikit bertanya tentang sejarah bangunannya. Fungsinya di masa lalu dan masa kini yang berhubungan dengan migrasi," ujar Hestya.

Lambertus Hurek, redaktur Radar Surabaya, menjelaskan bahwa gedung dua lantai ini didirikan sekitar tahun 1880 dan awalnya digunakan sebagai Unie Bank voor Nederland en Kolonien.

Bank tersebut beroperasi hingga resesi ekonomi dunia pada 1930-an. Setelahnya, bangunan ini ditempati oleh NV New China yang dipimpin pengusaha The Chung Sen.

Setelah kemerdekaan, The Chung Sen menjadikan gedung ini sebagai kantor sekaligus percetakan koran Hua Chiao Tsin Wen atau Chinese Daily News. Dalam waktu singkat, surat kabar berbahasa Mandarin itu berhasil melampaui oplah Tsing Kwang Ribao, yang lebih dulu eksis di Jalan Bongkaran 22 Surabaya.

Kesuksesan itu mendorong The Chung Sen mendirikan surat kabar berbahasa Indonesia Java Post pada 1 Juli 1949, yang kemudian dikenal sebagai Jawa Pos hingga saat ini.

"Radar Surabaya adalah salah satu koran anak perusahaan Jawa Pos Group," jelas Hurek kepada para murid.

Dalam kunjungan tersebut, para siswa sangat tertarik melihat bekas brankas Unie Bank yang masih utuh di ruang redaksi. "Apakah bisa dibuka? Isinya apa?" tanya beberapa bocah dengan penuh rasa ingin tahu.

Menurut Hestya, selain mengunjungi kantor Radar Surabaya, para siswa juga diajak menjelajahi kawasan Kota Lama, seperti Gedung Internatio, Rumah Abu Han, hingga kawasan wisata religi Ampel.

"Intinya, kami ingin menunjukkan jejak imigrasi orang Tionghoa, Belanda, dan Arab ke Surabaya pada masa lalu," pungkasnya. (*)

Editor : Lambertus Hurek
#unie bank surabaya #kantor radar surabaya #sejarah koran jawa pos #bangunan cagar budaya