Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Wakil Ketua MPR RI Kunjungi PLTSa Benowo, Cerdas Kelola Sampah Jadi Listrik, Surabaya Bisa Jadi Percontohan

Dimas Mahendra • Kamis, 20 Maret 2025 | 00:16 WIB

 

Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno saat meninjau PLTSa di Benowo, Surabaya. 
Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno saat meninjau PLTSa di Benowo, Surabaya. 

RADAR SURABAYA – Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), Eddy Soeparno, melakukan kunjungan ke Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Benowo, Surabaya, Rabu (19/3).

Kunjungan ini bertujuan untuk mencari solusi atas permasalahan pengelolaan sampah di Indonesia serta melihat langsung bagaimana sampah dapat diubah menjadi energi terbarukan.

"Hari ini, saya ingin melihat bagaimana PLTSa Benowo mengolah sampah menjadi energi terbarukan. Sebagaimana kita ketahui, masalah sampah hampir terjadi di seluruh wilayah Indonesia. Jika tidak dikelola dengan baik, sampah akan berakhir di bantaran sungai dan mencemari lingkungan," ujar Eddy.

Eddy menjelaskan, teknologi pengelolaan sampah di PLTSa Benowo memiliki dampak besar dalam mengurangi volume sampah secara signifikan tanpa menimbulkan limbah tambahan.

"Teknologi ini tidak hanya membantu mengurangi beban sampah yang ditangani Pemkot Surabaya, tetapi juga menghasilkan listrik yang dapat dimanfaatkan kembali," jelasnya.

Menurutnya, Surabaya menjadi satu-satunya kota di Indonesia yang berhasil mengimplementasikan pengolahan sampah menjadi energi terbarukan.

Oleh karena itu, ia mengapresiasi langkah inovatif ini dan menilai bahwa model pengelolaan sampah seperti di PLTSa Benowo layak diterapkan di kota-kota besar lainnya.

"Saya sudah melihat berbagai pengelolaan sampah, baik di dalam maupun luar negeri. Inovasi yang diterapkan di Surabaya ini patut diapresiasi karena bisa menjadi solusi bagi kota-kota lain yang sedang menghadapi darurat sampah," paparnya.

Eddy menegaskan bahwa hasil kunjungannya ke PLTSa Benowo akan menjadi bahan pembahasan di tingkat nasional.

MPR RI akan bekerja sama dengan berbagai elemen pemerintah untuk merumuskan langkah-langkah strategis dalam mengatasi permasalahan sampah secara menyeluruh.

"Kami akan mendalami lebih lanjut konsep ini dan membawanya ke dalam diskusi dengan Menteri Lingkungan Hidup serta Menteri Koordinator Pangan yang menangani isu ini. Harapannya, teknologi ini bisa menjadi model yang diterapkan di berbagai daerah," terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya, Dedik Irianto, yang turut mendampingi kunjungan tersebut menjelaskan bahwa PLTSa Benowo mampu mengolah hingga 1.600 ton sampah per hari dan menghasilkan 12 megawatt (MW) listrik.

"Di sini ada dua teknologi pengelolaan sampah yang digunakan. Pertama, landfill gas power plant yang menyedot gas metan dari tumpukan sampah dan menghasilkan listrik sebesar 2 MW per hari. Kedua, teknologi gasifikasi power plant yang mampu menghasilkan listrik hingga 9 MW," jelas Dedik.

Ia berharap dukungan pemerintah pusat terhadap inovasi pengolahan sampah di Surabaya dapat mendorong kota-kota lain untuk mengadopsi teknologi serupa dalam menangani persoalan sampah.

"Ini adalah kunjungan kelima dari pejabat pemerintah sepanjang 2025. Kesimpulannya, PLTSa Benowo telah menjadi pilot project bagi daerah lain yang tengah menghadapi darurat sampah," pungkasnya. (dim/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#sampah #surabaya #wakil ketua mpr ri #PLTSa Benowo #Pengelolaan Sampah #listrik