RADAR SURABAYA - Target nilai investasi Kota Surabaya tahun 2025 mengalami kenaikan.
Nilainya mencapai angka Rp 42,69 triliun atau naik sekira 9 persen jika dibandingkan tahun 2024 kemarin.
Kenaikan ini dipicu oleh makin berkembangnya sejumlah kawasan di Surabaya yang menarik para investor untuk terus masuk ke kota ini.
Koordinator Penanaman Modal Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Surabaya Hefli Syarifuddin mengungkapkan, pada tahun 2024 kemarin, nilai realisasi investasi kota pahlawan berhasil melampaui target di angka 101 persen.
"Dari target kami itu Rp 39,96 triliun, kami terealisasi di angka Rp 40,47 triliun atau setara 101 persen dari target," kata Hefli dikonfirmasi, Kamis (13/3).
Dia menyampaikan, dengan adanya target yang naik pada tahun ini, Hefli meyakini kalau pihaknya bisa mencapai angka yang sudah ditetapkan itu.
Sejumlah upaya menurutnya sudah disiapkan oleh dinas guna mencapai target yang sudah ditentukan oleh pemerintah kota.
"Iya betul target tahun ini naik sembilan persen dari tahun kemari menjadi Rp 42,69 triliun. Insyaallah kami optimis bisa mencapai targetnya," ucap Hefli.
Dia mengungkapkan, jika dihitung, ada lima hal yang akan dijalankan oleh DPMPTSP Kota Surabaya dalam merealisasikan target tersebut.
Pertama, adalah tentunya dengan mempermudah perizinan agar bisa selesai lebih cepat.
Kemudahan layanan perizinan ini menurut dia menjadi poin penting dalam menarik minat investor.
Selain itu, pada proses melakukan pengurusan izin, dinas menurut dia juga akan memberikan pendampingan hingga prosesnya tuntas.
"Lalu yang ketiga adalah koordinasi secara aktif dengan para pelaku usaha, asosiasi, perwakilan dagang negara asing di Surabaya dengan tujuan untuk berinvestasi di kota Surabaya," tuturnya.
Selain itu, dinas menurut dia juga terus aktif berkoordinasi dengan DPMPTSP Jatim dan BKPM Pusat terkait potensi-potensi investasi yang ada di kota Surabaya.
Harapannya, melalui koordinasi ini, pintu-pintu investasi yang ada di kota ini semakin terbuka lebar bagi para investor.
"Kami juga membuat drive thru di PTSP Timur untuk mempermudah perijinan dan selesai secara cepat. Saat ini progres pembangunannya sudah 70 persen. Insya allah tahun ini bisa beroperasi," pungkasnya. (dim/nur)
Editor : Nurista Purnamasari