Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

30 Mahasiswa Indonesia Resmi Kuliah di Taiwan Melalui Program INTACT, Siap Berkarier di Perusahaan Sponsor

Lambertus Hurek • Kamis, 13 Maret 2025 | 02:29 WIB
Sebanyak 20 mahasiswa asal Indonesia resmi memulai perkuliahan di Chaoyang University of Technology, Taiwan. (IST)
Sebanyak 20 mahasiswa asal Indonesia resmi memulai perkuliahan di Chaoyang University of Technology, Taiwan. (IST)

RADAR SURABAYA – Sebanyak 30 mahasiswa asal Indonesia resmi memulai perkuliahan di Chaoyang University of Technology, Taiwan, melalui program yang difasilitasi oleh INTACT Surabaya. Para mahasiswa ini akan menempuh pendidikan selama dua tahun, dengan kepastian untuk melanjutkan karier di perusahaan sponsor sesuai dengan bidang studinya.

Menurut Andre So, Direktur INTACT Surabaya, program ini bertujuan untuk memastikan bahwa mahasiswa mendapatkan jalur karier yang sejalan dengan jurusan yang mereka ambil. Para mahasiswa itu berasal dari UINSA Surabaya, Unusa Surabaya, Muhammadiyah Surabaya, Universitas Hasanuddin Makassar.

Selain itu, ISTTS Surabaya, Universitas Kristen Petra, Universitas Negeri Malang, ITATS, Politeknik Manufaktur Negeri Bangka Belitung, Universitas Malikussaleh Aceh, Universitas Muhammadiyah Jakarta, dan Politeknik Negeri Semarang.

"Mereka akan berkuliah selama dua tahun dan setelah lulus, akan bekerja di perusahaan sponsor di Taiwan sesuai dengan bidangnya masing-masing. Tidak seperti di Indonesia, di mana lulusan teknik sering kali berakhir di bidang yang tidak sesuai, seperti marketing," ujar Andre So.

Dari 30 mahasiswa yang berangkat, mayoritas mengambil jurusan teknik, dengan 7 orang di Teknik Informatika dan sisanya di Teknik Sipil. Program ini diharapkan dapat membuka peluang bagi mahasiswa Indonesia untuk mendapatkan pengalaman kerja internasional yang relevan dengan latar belakang akademis mereka.

Andre So menambahkan bahwa salah satu daya tarik utama program ini adalah beasiswa yang mencakup biaya kuliah, tiket pesawat (keberangkatan), serta biaya hidup selama di Taiwan. Beasiswa ini tersedia bagi lulusan S1 dari berbagai jurusan dengan syarat minimal skor TOEFL ITP 480.

"Setelah menyelesaikan studi selama dua tahun, penerima beasiswa diwajibkan bekerja di perusahaan sponsor selama dua tahun, sehingga mereka tidak hanya mendapatkan pendidikan berkualitas tetapi juga pengalaman kerja internasional," jelas Andre So.

Keuntungan lain yang ditawarkan adalah kemampuan menguasai dua bahasa utama dunia, yaitu Bahasa Inggris dan Bahasa Mandarin. Hal ini menjadi nilai tambah bagi lulusan yang ingin berkarier di Indonesia maupun di luar negeri.

Menurut Andre So, banyak perusahaan kini membutuhkan tenaga kerja yang mampu berkomunikasi dalam Bahasa Mandarin, sehingga lulusan dari Taiwan memiliki daya saing yang lebih tinggi di pasar kerja.

Selain itu, prospek penghasilan di Taiwan juga menarik minat mahasiswa. Alumni program ini yang bekerja di perusahaan Taiwan bisa memperoleh gaji sekitar Rp 18-20 juta per bulan.

INTACT Surabaya juga telah membuka pendaftaran untuk keberangkatan September 2025. Pengumpulan berkas akan dimulai pada April 2025. Bagi yang berminat, informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui WhatsApp di 081233771692 atau langsung mengunjungi kantor INTACT Surabaya di Praxis Jalan Sono Kembang 4-6 Surabaya.

Program INTACT telah menjadi salah satu jalur bagi mahasiswa Indonesia yang ingin mengembangkan karier di luar negeri dengan sistem yang lebih terstruktur dan prospektif. (*)

Editor : Lambertus Hurek
#Chaoyang University of Technology CYUT Taiwan #beasiswa taiwan #INTACT Base Surabaya #keuntungan kuliah di Taiwan