RADAR SURABAYA - Masalah gangster di Surabaya masih menjadi perhatian serius seluruh pihak, tidak terkecuali Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.
Berkaitan dengan hal ini, Satpol PP Surabaya akui sudah mengantongi data mengenai lokasi-lokasi mana saja yang terbilang rawan ditemukan gangster berulah.
Kepala Satpol PP Kota Surabaya, M Fikser mengungkapkan, sebenarnya sebaran gangster ini tidak merata di seluruh wilayah kota.
Dia menyebut, hanya ada 13 kecamatan saja yang sudah terindikasi sering ditemukan kegiatan gangster di sana.
"Tawuran dan gangster saya sudah punya data dan selalu terjadi di situ. Tidak di seluruh Surabaya. Pada tahun 2024, gangster itu ada di 13 kecamatan dan 28 titik lokasi. Ini tiap hari kita turun ke lokasi," kata Fikser.
Uniknya, dia melanjutkan, para gangster ini kini juga mempelajari pola kebiasaan para petugas yang turun berpatroli.
Jika biasanya mereka melakukan kebiasaannya sebelum subuh, kini karena sudah sering ada giat patroli, jam-jam rawan mereka berkumpul molor hingga subuh.
"Biasanya mereka mainnya di jam 11 atau 12 malam. Sekarang karena dia tahu kita jaga di situ, dia mainnya di jam 2 sampai jam 3 subuh. Sehingga strategi kita, anggota kita mundurkan jam jaganya mulai jam 12 sampai jam 4 subuh," ucapnya.
Pengaturan jam ini bagi Fikser memiliki peranan yang sangat krusial untuk mengantisipasi adanya kegiatan gangster di Kota Pahlawan.
Dia pun menegaskan, koordinasi dan komunikasi dengan pihak jajaran samping terus dilakukan guna menciptakan situasi yang aman dan kondusif di Surabaya.
"Yang pasti kita tiap malam akan terus melakukan patroli dengan jajaran samping, seperti polres tanjung perak dan polrestabes sesuai dengan wilayah area kerja mereka,memaksimalkan jumlah personel yang ada dan memperluas jangkauan area operasi ini," ujarnya. (dim/nur)
Editor : Nurista Purnamasari