Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Tips dari Mahfud MD agar Usulan Rakyat Bisa Didengarkan Pemerintah

Rahmat Sudrajat • Selasa, 11 Maret 2025 | 11:30 WIB
SERIUS: Prof. Mahfud MD saat memberikan ceramah di Masjid Manarul Ilmi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Senin (10/3).
SERIUS: Prof. Mahfud MD saat memberikan ceramah di Masjid Manarul Ilmi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Senin (10/3).

RADAR SURABAYA - Mantan Menkopolhukam Prof. Mahfud MD hadir dalam memberikan ceramah Ramadan Public Lecture yang digelar di Masjid Manarul Ilmi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Senin (10/3).

Tema yang disampaikannya terkait dengan membangun generasi berkarakter kolaborasi agama, hukum dan pendidikan.

Di hadapan ratusan mahasiswa dan para dosen Prof Mahfud mengajak untuk menjadi kader bangsa yang berkarakter mempunyai integritas dan profesionalitas sebagai lulusan perguruan tinggi.

Ajakan Prof Mahfud itu bukan tanpa alasan, mengingat saat ini menurutnya banyak sekali orang menggugat perguruan tinggi karena banyak pemimpin negara di berbagai level namun karakternya dipertanyakan.

"Indonesia saat ini harus mencetak kader bangsa yang berkarakter. Yang mempunyai integritas dan profesionalitas sebagai lulusan perguruan tinggi," kata Prof Mahfud.

Dia berharap pemimpin negara minimal 80 persen yang memimpin berasal dari lulusan perguruan tinggi.

Hal ini penting karena di Indonesia masih banyak korupsi sehingga peran lulusan perguruan tinggi dengan mempunyai karakter yang berintegritas dan profesional bisa meminimalisir adanya korupsi.

"Di Indonesia masih banyak korupsi, saya tidak ingin memanas manasi. Tapi fakta ini, kita harus sadari. Banyak pemimpin kita yang tidak berkarakter keindonesiaan dan agama, tapi berkarakter nekat. Itu persoalan dan alasan utama kenapa harus berkarakter," tegas mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) tersebut.

Oleh karena itu pemimpin masa depan itu harus mempunyai karakter terutama yang berakhlakul karimah, sebab akan menuju ke tahun 2045 Indonesia Emas.

"Indonesia Emas merupakan program pemerintah yang tergambar dalam pembukaan UUD 1945 alenia kedua. Merdeka, bersatu berdaulat adil dan makmur itulah Indonesia Emas," jelasnya.

Indonesia Emas merupakan hasil road map pemerintah sejak tahun 2010.

Maka menurut Prof Mahfud, saat usia 100 tahun nanti Indonesia akan kaya dengan ciri tidak ada kemiskinan ekstrem yang ada kemiskinan relatif.

“Pendapatan USD 1,90 ke bawah setiap hari akan ada 2-3 persen tapi tidak terlantarkan karena negara sudah kaya. Maka dari itu saat ini pemerintah sudah membantu melalui bantuan sosial,” ujarnya.

Kemudian ciri selanjutnya partisipasi perguruan tinggi mencapai 74 persen, sisanya 26 persen tidak perlu lulusan perguruan tinggi karena langsung pada lapangan kerja. Yang diperlihatkan kemampuan teknis.

Lebih lanjut Prof Mahfud menjelaskan pendapatan per kapita USD 23.930, dengan begitu Indonesia tercatat jadi ekonomi terbesar keempat atau kelima jika tidak teledor sedikit di dunia bersama RRT, India, Amerika, Jepang dan Indonesia.

"Jadi Ini akan tercapai kalau tidak hambatan dari dalam kalau pemimpin tidak berkarakter. Apa yang bisa menyebabkan ini tidak tercapai kalau ketidakadilan dan korupsi dibiarkan terus merajalela," ungkapnya.

Bahkan Prof Mahfud pun memberikan penjelasan terkait pendapat Prabowo Subianto sebelum menjadi presiden di tahun 2018.

Saat itu berdasarkan studi di luar negeri bahwa Indonesia bubar jika keadilan dan kesewenang-wenangan dibiarkan terus di Indonesia.

"Jadi waktu itu orang pada ribut dengan pendapat dari Pak Prabowo, bahwa Indonesia akan bubar di tahun 2030. Karena keadilan dan kesewenang-wenangan dibiarkan terus. Dan itu benar kalau Indonesia dikelola ugal-ugalan. Tidak sampai 2045 akan bubar," ungkap Prof Mahfud.

Sementara itu dalam sesi tanya jawab salah satu mahasiswa melontarkan pertanyaan kepada Mahfud MD terkait bagaimana cara suara rakyat ini bisa didengar dan diperjuangkan?

Mengingat usulan rakyat kerap digubris oleh pemerintah.

"Ya kalau sendiri pasti tidak digubris, kalau ramai -ramai insyaallah digubris. Yang terpenting berjuang bersama-sama menyuarakan kebenaran," pungkasnya. (rmt/opi)

Editor : Nofilawati Anisa
#its #indonesia emas #Mahfud MD #perguruan tinggi #Masjid Nurul Ilmi