RADAR SURABAYA – Menteri Sosial Saifullah Yusuf menemui Gubernur Jawa Timur dan kepala daerah di Gedung Negara Grahadi, Minggu (9/3) malam.
Kunjungan pria yang akrab disapa Gus Ipul ini untuk berkoordinasi terkait rencana pembangunan Sekolah Rakyat.
“Saya dan Bu Gubernur (Khofifah Indar Parawansa, Red) sudah sering teleponan untuk minta dukungan dan sekaligus ingin berkoordinasi untuk menerjemahkan arahan Presiden (Prabowo Subianto, Red) dalam menyelenggarakan Sekolah Rakyat. Jadi memang kita ingin didukung oleh provinsi, kabupaten atau kota yang memiliki sarana prasarana yang bisa digunakan untuk memulai penyelenggaraan sekolah rakyat ini,” ujarnya.
Gus Ipul mengaku saat ini pihaknya bersama Gubernur Jatim sedang melakukan penelitian terkait daerah atau aset-aset milik provinsi yang memungkinkan untuk dijadikan penyelenggaraan Sekolah Rakyat.
“Untuk daerahnya nanti Ibu Gubernur yang menentukan, dan kita akan diskusi lagi,” katanya.
“Untuk sementara kita gunakan dulu aset-aset milik Kemensos. Kita punya sentra (aset-aset, Red) di seluruh Indonesia. Akan tetapi satu-satunya daerah yang kami tidak memiliki aset adalah Jawa Timur. Karena dulu aset-aset Kemensos sudah diserahkan semua kepada Provinsi Jawa Timur, saat zaman Gus Dur (Presiden RI ke-4 Abdurrahman Wahid, Red),” imbuhnya.
Lebih lanjut Gus Ipul mengapresiasi respons Gubernur Khofifah terhadap program Sekolah Rakyat ini.
“Baru dua hari yang lalu saya sampaikan (terkait Sekolah Rakyat, Red), dan saat ini langsung ada rapat koordinasi,” katanya.
Rencanannya, lanjut Gus Ipul, setiap kabupaten kota memiliki satu Sekolah Rakyat.
Sedangkan untuk provinsi sekurang-kurangnya memiliki dua Sekolah Rakyat.
“Jadi bisa memiliki dua, tiga sampai lima Sekolah Rakyat. Target pembangunan tergantung dari sarana dan prasarana. Kalau untuk ketersediaan guru sudah sangat siap sekali, kurikulum sedang dimatangkan oleh Dikti. Saya meminta Pak M Nuh untuk menjadi Ketua Tim Formatur Program Sekolah Rakyat,” jelasnya.
Sementara Ketua Program Formatur Program Sekolah Rakyat M Nuh menegaskan sekolah rakyat memang diperuntukkan untuk masyarakat miskin.
“Saya sempat ditanya sebelumnya, kok kelihatannya Sekolah Rakyat ini adalah sekolah orang miskin, apa kan tadi tidak tambah merendahkan? Saya ingin menyampaikan mengapa pakai nama Sekolah Rakyat, karena sekolah ini memang sekolah khusus untuk saudara-saudara kita yang miskin. Kami ingin mengajak masyarakat untuk mengaku ya memang miskin tapi ingin maju. Jadi tidak sembunyi dari kemiskinannya,” terangnya.
M Nuh mengatakan nantinya Sekolah Rakyat ini berasrama. Jadi Sekolah Rakyat ini tidak hanya memberikan kompetensi dasar tetapi pembenahan pembentukan karakter.
“Karena memang anak-anak miskin itu perlu pembentukan karakter secara khusus. Sehingga untuk menumbuhkan self confidence itu perlu pendekatan-pendekatan tersendiri yang rasa-rasanya nggak mungkin kalau sekolah model biasa. Umumnya anak-anak dari keluarga tidak mampu ini adalah rasa minder, nah ini yang ingin kita bangkitkan agar tidak memiliki rasa minder,” pungkasnya.
Diketahui Presiden Prabowo Subianto berencana mempercepat pembangunan Sekolah Rakyat di berbagai wilayah Indonesia.
Sekolah ini diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga miskin, dengan biaya sepenuhnya ditanggung oleh negara. (mus/opi)
Editor : Nofilawati Anisa