Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Nikmat Puasa Hari Ketujuh: Ganjaran Seribu Syuhada dan Empat Puluh Ribu Orang Jujur

Muhammad Firman Syah • Jumat, 7 Maret 2025 | 10:12 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

RADAR SURABAYA – Puasa di bulan Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjadi ladang pahala bagi mereka yang menjalankannya dengan penuh keikhlasan. Memasuki hari ketujuh Ramadan, umat Muslim kembali diingatkan tentang keutamaan besar yang Allah SWT janjikan bagi orang-orang yang berpuasa.

Dalam Kitab Fadhâil Al-Asyhur Ats-Tsalâtsah karya Syekh Muhammad bin Ali Al-Qumi, disebutkan bahwa Allah SWT menetapkan ganjaran khusus bagi setiap hari puasa di bulan Ramadan. Pada hari ketujuh, Allah memberikan pahala yang setara dengan seribu syuhada dan empat puluh ribu orang yang jujur.

Keistimewaan Puasa Hari Ketujuh

Ganjaran luar biasa ini mengajarkan bahwa ibadah puasa memiliki kedudukan yang tinggi di sisi Allah SWT, bahkan setara dengan jihad di jalan-Nya. Kedudukan para syuhada yang gugur dalam keadaan syahid adalah derajat yang sangat mulia, dan mereka yang berpuasa di hari ketujuh Ramadan akan mendapatkan pahala yang sebanding dengan mereka.

Keistimewaan ini bukan sekadar janji, tetapi juga menjadi motivasi bagi umat Islam untuk menjalankan puasa dengan penuh keikhlasan. Lebih dari itu, mereka yang berpuasa dengan iman dan mengharap ridha Allah akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu, sebagaimana disebutkan dalam hadits berikut:

"Barangsiapa yang berpuasa pada bulan Ramadan karena iman dan mengharap pahala (ridha Allah), maka diampuni dosa-dosanya yang terdahulu." (HR. Bukhari)

Puasa: Mengajarkan Kesabaran dan Keikhlasan

Berpuasa bukan hanya soal menahan diri dari makan dan minum, tetapi juga melatih kesabaran, kejujuran, serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama. Di tengah berbagai tantangan selama Ramadan, keyakinan akan balasan pahala dari Allah SWT menjadi penyemangat bagi umat Islam untuk terus meningkatkan kualitas ibadah mereka.

Salah satu bentuk kepedulian yang dianjurkan dalam Islam adalah memberi makan bagi mereka yang berpuasa. Rasulullah SAW bersabda:

"Barang siapa yang memberikan makanan untuk berbuka bagi orang berpuasa, maka dia akan mendapatkan pahala sebagaimana orang tersebut, tanpa mengurangi sedikit pun pahala orang itu." (HR. Tirmidzi)

Baca Juga: Puasa Tanpa Sahur, apakah sah ibadahnya? Ini Penjelasannya

Momen Refleksi dan Perbaikan Diri

Hari ketujuh Ramadan menjadi kesempatan bagi setiap Muslim untuk melakukan refleksi diri—memperbaiki niat, meningkatkan kualitas ibadah, serta menanamkan kejujuran dalam setiap aspek kehidupan. Dengan menjalankan puasa dengan hati yang tulus, diharapkan setiap individu dapat meraih keberkahan yang dijanjikan Allah serta menjadi pribadi yang lebih baik.

Semoga setiap langkah yang kita jalani dalam Ramadan ini membawa kita lebih dekat kepada ridha-Nya. (cha/fir)

Editor : M Firman Syah
#keistimewaan #ibadah #surga #puasa ramadan