RADAR SURABAYA - Perkembangan kawasan Kota Surabaya tidak serta merta berjalan kondusif. Salah satunya seperti gencarnya pengembangan wilayah kawasan Surabaya Barat.
Data yang dimiliki Bakesbangpol Surabaya, kawasan tersebut rupanya masih rawan konflik intoleransi antar warganya.
Kepala Bakesbangpol Kota Surabaya, Maria Theresia Ekawati Rahayu, mengatakan, Surabaya bagian barat ini sekarang memang tengah berkembang pesat.
Namun, seiring perkembangan itu, kejadian-kejadian intoleran ini sering ditemukan di sana.
"Kejadian-kejadian intoleran itu untuk saat ini masih terjadi di belahan barat. Sebetulnya permasalahan ini muncul karena di kawasan barat itu berkembang. Kemudian di sana masih ada penduduk asli sehingga butuh pendekatan," kata Maria dalam pemaparan program lelang jabatan OPD di Balai Kota, Kamis (6/3).
Perempuan yang akrab disapa Yayuk itu menambahkan, kendati masih ditemukan kasus intoleran, pihaknya sudah bergerak cepat mengatasi permasalahan itu.
Upaya yang dilakukan tentu dengan melibatkan sejumlah tokoh mulai dari Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan lain sebagainya.
"Terkait dengan inovasi, karena berkaitan dengan keamanan dan ketertiban, maka inovasi kami adalah dengan adanya petugas deteksi dini yang ada di kecamatan. jadi ada petugas deteksi dini yang memantau masing-masing Kecamatan selama 24 jam," tuturnya.
Petugas-petugas ini menurut dia sudah diberi pelatihan khusus dengan BIN (Badan Inteligen Negara).
Mulai dari pelatihan cara pengumpulan informasi, cara pendekatan dan seterusnya.
Menanggapi hal ini, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meminta agar tim atau petugas deteksi dini ini lebih dikuatkan lagi di masing-masing RW.
Eri ingin, dengan dikuatkannya tim deteksi dini ini, hal itu bisa membawa seluruh wilayah kota Surabaya ke arah yang positif. Utamanya di bidang keamanan dan ketertiban.
"Dari 1.300 RW berapa yang akan jadi RW pancasila, bebas curanmor, bebas narkoba," ujarnya.
Saat ini, permasalahan keamanan dan ketertiban ini masih jadi PR di Surabaya.
Kasus gengster, pencurian dan narkoba masih sering ditemukan. Dia meminta, jika Yayuk terpilih kembali menjadi Kepala Bakesbangpol, maka segenap permasalahan itu bisa teratasi.
"Bukan lagi berapa yang ikut sosialisasi tapi berapa titik yang bisa menjalankan hasil sosialisasi itu," pungkasnya. (dim/nur)
Editor : Nurista Purnamasari