Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Lestarikan Budaya, Dorong Penggunaan Aksara Jawa untuk Nama Jalan Protokol di Surabaya

Rahmat Sudrajat • Kamis, 6 Maret 2025 | 15:11 WIB
Pemkot Surabaya didorong untuk menggunakan aksara Jawa pada penulisan nama jalan.
Pemkot Surabaya didorong untuk menggunakan aksara Jawa pada penulisan nama jalan.

RADAR SURABAYA - Tak sedikit di negara -negara di dunia dalam menghargai suatu budaya atau yang memiliki aksara lokal melakukan pelestarian dengan menuliskan menjadi sebuah nama.

Seperti nama jalan hingga nama sebuah tempat dihiasi dengan sebuah aksara lokal. 

Negara-negara itu antara lain Jepang, Korea, China, Thailand, India dan juga negara negara di jazirah Arab.

Papan nama jalan sering digunakan untuk penulisan aksara karena dapat berfungsi sebagai penanda dan identitas kawasan atau jalan.

Pemerhati budaya, AH Thony pun mendorong pemerintah, dalam hal ini Dinas Perhubungan (Dishub) untuk menggunakan aksara Jawa pada penulisan nama jalan-jalan di Surabaya.

"Ini untuk mengenalkan dan menggunakan aksara Jawa lebih luas lagi kepada masyarakat. Sehingga kami mendorong dan mengusulkan kepada Wali Kota Surabaya maupun Dishub Surabaya untuk penulisan nama nama jalan di Surabaya dengan menggunakan aksara Jawa," kata AH Thony, Rabu (5/3).

AH Thony pun mengaku untuk sementara tak semua jalan yang menggunakan aksara Jawa, tapi hanya jalan-jalan tertentu seperti di jalan protokol di Surabaya. 

"Tidak semua nama jalan, tapi jalan jalan tertentu saja seperti jalan protokol, utama dan di lingkungan Balai Kota. Usulan ini dalam rangka peningkatan indeks Pembangunan Kebudayaan Kota Surabaya," ujar pria yang juga tergabung dalam komunitas Aksara Jawa Surabaya, Puri Aksara Rajapatni ini.

AH Thony menyarankan apabila gagasan ini diwujudkan, maka penulisan aksara Jawa agar ditempatkan pada posisi atas. 

Baca Juga: Ditarget Open Traffic Pertengahan Tahun Ini, Proyek Radial Road di Surabaya Barat Dikebut

“Ya, kita ini ingin menempatkan aksara Jawa sebagai tuan rumah, maka ya harus di atas dan di bawahnya yaitu aksara latin. Selain masih dipakai, penggunaan untuk penulisan nama jalan diletakkan di posisi atas," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya Tundjung Iswandaru mengapresiasi gagasan dalam upaya pelestarian aksara Jawa ini untuk nama jalan.

“Kalau tidak ada orang orang yang memang peduli untuk menyelamatkan, bisa hilang aksara Jawa. Apalagi generasi Gen Z ini umumnya nggak ngerti," ujar Tundjung. 

Oleh karena pihaknya akan melakukan pembahasan dan pengkajian terkait jalan-jalan mana yang akan jadi prioritasnya terlebih dahulu.

Dishub Surabaya sendiri di beberapa halte pemberhentian bus kota, telah dipasang peta rute dan jurusan perjalanan dengan menggunakan aksara Jawa. 

Misalnya pada peta itu, nama terminal Wonokromo sudah ditulis dengan aksara Jawa. (rmt/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#jalan protokol #surabaya #nama jalan #budaya #AH Thony #aksara jawa