RADAR SURABAYA- Pemerintah telah menetapkan 1 Ramadan 1446 H jatuh 1 Maret 2025, melalui sidang isbat.
Hari pertama tarawih di Masjid Nasional Al -Akbar Surabaya jemaah tak seperti biasanya karena banyak masyarakat yang masih menunggu hasil dari sidang isbat.
Menurut Humas Masjid Nasional Al Akbar Surabaya, Helmy M. Noor shalat tarawih di hari pertama 1 Ramadan ini, Jumat (28/2) malam masyarakat banyak yang menunggu keputusan sidang isbat dari pemerintah sehingga jumlah jemaah yang ikut tarawih juga tidak sebanyak tahun sebelumnya.
Pihaknya juga sudah menyiapkan dua opsi sebelumnya apakah tarawih di Jumat malam atau malam minggu (Sabtu).
"Sebetulnya sudah kami siapkan dua opsi. Kalau Jumat malam kami siap tapi jemaah wait and see. Tapi alhamdulillah malam ini kita bisa mulai tarawih perdana," ujar Helmy.
Helmy mengaku pelaksanan shalat tarawih di Masjid Nasional Al Akbar (MAS) ini agak molor sekitar 30 menit setelah shalat isya.
Dikarenakan menunggu keputusan pemerintah saat sidang isbat.
"Kita agak delay mulainya, setelah shalat isya masih nunggu kira-kira 30 menitan. Sambil menunggu keputusan pemerintah, begitu keputusan pemerintah sidang isbat langsung shalat tarawih," ungkapnya.
Dampaknya jemaah di hari pertama tidak begitu banyak, Helmy menyebut kisaran 5 -6 ribu jamaah, dibandingkan tahun lalu yang sampai 20 ribu jamaah.
"Biasanya hari pertama (tahun lalu) sampai 20 ribu sekarang Karena faktor yang mendadak ini juga faktor huj7an sekitar 5-6 ribu jamah dan mendadak. Insyaallah besok (Sabtu, Red) tambah rame karena masyarakat sudah tahu dan pas libur juga," terang Helmy.
Dengan adanya persamaan puasa Helmy mengaku senang, terutama dalam kerukunan umat Islam di Indonesia. Walaupun menurut Helmy perbedaan itu adalah rahmat.
"Ya kami senang, kalau beda binggung juga. Dampaknya di malam ganjil dan genap ramadan. Ini juga untuk kerukunan umat islam. Tapi yang paling penting setelah ramadan lebih kuat lagi kerukunan ibu agar syiar lebih dahsyat dan kuat," harapnya.
Dalam shalat tarawih perdana di Masjid Nasional Al Akbar sebagai imam ustadz Khusni Mubarok Al Hafid, sedangkan sebagai penceramah KH Muhammad Sudjak. (rmt/nur)
Editor : Nurista Purnamasari