Sejumlah titik di jantung Kota Surabaya dihiasi ornamen berbau Timur Tengah.
Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Pengelolaan Keanekaragaman Hayati Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Myrna Augusta Aditya mengungkapkan, hiasan seperti ini merupakan salah satu wujud memperkuat semangat toleransi, keharmonisan, dan keberagaman antar umat beragama di Kota Pahlawan.
"Ini sebagai wujud toleransi antar umat beragama di Kota Surabaya seperti tahun-tahun sebelumnya. Artinya Pemkot Surabaya menunjukan bahwa setiap agama dan kepercayaan diterima di kota ini," kata dia.
Myrna melanjutkan, uniknya di tahun ini, bulan Ramadan juga berbarengan dengan peringatan Hari Raya Nyepi.
Oleh karena itu, saat tiba peringatan Hari Raya Nyepi nanti, Pemkot Surabaya akan menyesuaikan dekorasi agar mencerminkan harmoni antar umat beragama. "Jadi akan dibuat dua dekorasi bersamaan," imbuhnya.
Dia mengungkapkan, dekorasi mengenai Ramadan tahun ini agak sedikit berbeda dengan tahun lalu.
Kali ini, warna yang dipilih lebih cerah dibanding tahun sebelumnya.
Ada kombinasi warna ungu, biru, dan kuning keemasan dengan tema ala Timur Tengah.
"Dekorasi telah kami pasang di Balai Kota dan beberapa titik strategis di pusat kota. Selain itu, tulisan 'Marhaban ya Ramadan' juga turut menghiasi sejumlah lokasi sebagai simbol penyambutan bulan suci," ucapnya.
Beberapa titik strategis yang dimaksud itu seperti kawasan Panglima Sudirman, pedestrian jembatan Jalan Yos Sudarso, jembatan Sawunggaling, dan Plaza Tengah Alun-Alun Kota Surabaya.
Keindahan dekorasi semakin terasa saat malam tiba, ketika lampion berbentuk kubah masjid memancarkan cahaya warna-warni.
Selain lokasi-lokasi utama, Pemkot Surabaya juga berencana memasang dekorasi Ramadan di Kota Lama dan Tunjungan Romansa.
Saat ini, pihaknya masih berkoordinasi dengan Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) terkait lokasi pemasangan.
"Kami masih menunggu konfirmasi dari Disbudporapar karena ada banyak agenda di bulan Ramadan ini. Jadi, kami perlu memastikan lokasi-lokasi tersebut bisa digunakan untuk dekorasi tanpa mengganggu acara yang sudah direncanakan," pungkasnya. (dim/nur)
Editor : Nurista Purnamasari