RADAR SURABAYA - Polda Jatim melakukan rekonstruksi kasus pembunuhan dan mutilasi yang dilakukan Rohmad Tri Hartanto, 33, alias Antok dengan korban wanita cantik Uswatun Khasanah, 29, warga Desa Bence, Garum Blitar di Kota Kediri dan Tulungagung, Kamis (27/2).
Antok memeragakan 161 adegan. Rekonstruksi digelar di beberapa tempat Kota Kediri. Seperti restoran, hotel lokasi pembunuhan dan minimarket. Selain itu rekonstruksi juga digelar di Tulungagung tempat menyimpan koper.
Sementara rekonstruksi pembuangan mayat tidak dilakukan di Ngawi dan Trenggalek karena lokasi jauh dan mengingat waktu sudah malam. Polisi mengganti dengan lokasi lain dan sudah berkoordinasi dengan kejaksaan.
"Tidak di lokasi sebenarnya, untuk TKP Ngawi dan Trenggalek sebagai pembuangan kepala dan koper. Kami ajak pihak kejaksaan juga, dan mereka juga gak masalah. Total adegan sekitar 161 adegan," ujar Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim AKBP Arbaridi Jumhur, Jumat (28/2).
Jumhur mengatakan, dari rekonstruksi yang digelar di dua lokasi, keterangan tersangka dan adegan sama sesuai BAP (berita acara pemeriksaan). Artinya tidak ada bantahan atau temuan baru.
"Lalu saksi (MAM) saudara tersangka, dia posisinya memang dimintai bantuan, tidak ikut kegiatan membantu atau memperlancar, dia tidak tahu sama sekali," jelasnya.
Polisi dengan dua melati di pundak ini menyebutkan, saksi MAM setelah mengetahui bahwa tersangka membunuh dan memutilasi korban serta membuang mayat menggunakan koper, sempat marah.
"Dia saat baru tahu, ya marah, gak percaya kok awakmu ngunu (kok kamu begitu). Untungnya dia merasa gak tahu dan tidak merasa dilibatkan juga kan. Tapi dia kaget dan marah," bebernya.
Sementara saat menjalani penahanan di rutan Dittahti Mapolda Jatim tersangka Antok banyak merenung dan berdoa. Menurutnya, kondisi tersangka lebih normal dan sudah mulai menerima.
"Kalau saya lihat. Pokoknya dia mau menjalani (proses hukum ini). Tapi kalau diomongin masalah anak, nah nangis dia. Bagaimana pun dia merasa bersalah dan yang kena imbasnya pun, ya keluarga. Iya (menyesal)," tukasnya.
Seelumnya, warga Jawa Timur sempat dihebohkan dengan penemuan mayat wanita dalam koper merah di Desa Dadapan, Kendal Ngawi, Kamis (24/1). Setelah dilakukan pemeriksaan dan identifikasi polisi berhasil mengungkap identitasnya. Korban adalah Uswatun Khasanah, 29, warga Desa Bence, Garum Blitar. Saat ditemukan, mayat tanpa kepala dan kaki. (*)
Editor : Lambertus Hurek