Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Peringati Hari Peduli Sampah Nasional, Lakukan Aksi Bersih Mangrove di Kebun Raya Mangrove Gunung Anyar, Surabaya

Dimas Mahendra • Jumat, 28 Februari 2025 | 01:12 WIB

 

JAGA EKOSISTEM PESISIR: Sejumlah pelajar melakukan aksi bersih-bersih mangrove di Kebun Raya Mangrove Gunung Anyar.
JAGA EKOSISTEM PESISIR: Sejumlah pelajar melakukan aksi bersih-bersih mangrove di Kebun Raya Mangrove Gunung Anyar.

RADAR SURABAYA – Dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2025, aksi bersih mangrove digelar di Kebun Raya Mangrove (KRM) Gunung Anyar, Surabaya, Kamis (27/2).

Kegiatan ini merupakan bagian dari aksi nasional yang berlangsung serentak di delapan lokasi di Indonesia.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) serta Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) ini menggandeng berbagai pihak, termasuk Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, akademisi, pelajar, Kader Surabaya Hebat (KSH), komunitas lingkungan, serta dunia usaha.

Direktur Pengendalian Kebakaran Lahan KLHK/BPLH, Eduward Hutapea, mengungkapkan bahwa aksi bersih mangrove ini bertujuan untuk mengurangi pencemaran sampah plastik di ekosistem pesisir, terutama di area mangrove yang rentan terhadap akumulasi limbah.

"Kegiatan ini dilakukan secara kolaboratif dengan pemerintah daerah dan komunitas, serta dilaksanakan serentak di delapan lokasi di Indonesia," ujar Eduward saat membacakan sambutan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI.

Adapun delapan lokasi tersebut meliputi Hutan Mangrove Muara Gembong (Bekasi, Jawa Barat), Hutan Mangrove Muara Angke (Jakarta Utara), Ekowisata Mangrove Pandang Tak Jemu (Batam, Kepulauan Riau).

Kemudian Taman Mangrove Tambak Bulusan (Demak, Jawa Tengah), Ekowisata Mangrove Oesapa (Kupang, NTT), Kebun Raya Mangrove Surabaya (Jawa Timur), Taman Mangrove Margo Mulyo (Balikpapan), serta Hutan Mangrove Bontosunggu (Kepulauan Selayar).

Eduward menjelaskan bahwa Indonesia memiliki sekitar 45 persen ekosistem mangrove di Asia atau sekitar 20 persen dari total mangrove dunia, dengan luas mencapai 3,44 juta hektare.

Keberadaan mangrove sangat penting dalam mitigasi perubahan iklim dan perlindungan pesisir.

"Mangrove berperan sebagai penyangga alami yang mencegah erosi pantai, menjadi habitat berbagai spesies laut, serta menyerap karbon dalam jumlah besar untuk mengurangi dampak perubahan iklim," paparnya.

Namun, Eduward menyoroti ancaman utama terhadap mangrove, yakni pencemaran sampah plastik dan limbah rumah tangga yang terbawa arus sungai.

"Penumpukan sampah di akar mangrove dapat menghambat pertumbuhan tanaman dan mengurangi kemampuannya dalam menyerap oksigen serta nutrisi," imbuhnya.

Selain itu, sampah plastik juga berdampak buruk pada habitat biota laut, sementara dekomposisi sampah organik menghasilkan gas metana yang memperburuk pemanasan global.

"Jika tidak dikelola dengan baik, maka keseimbangan ekosistem mangrove bisa terganggu secara permanen," tegasnya.

Melalui aksi bersih mangrove ini, pihaknya berharap dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga ekosistem pesisir.

"Kami ingin kegiatan semacam ini terus berlanjut dan memberikan dampak nyata bagi lingkungan serta masyarakat," harap Eduward.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Kota Surabaya, Agus Imam Sonhaji menambahkan, momentum HPSN 2025 menjadi ajang untuk mengajak masyarakat berperan aktif dalam pengelolaan sampah, khususnya di kawasan mangrove.

"Kegiatan ini bertujuan membangun komitmen dan sinergi semua pihak, termasuk pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, dan masyarakat dalam menangani sampah di ekosistem pesisir," ujar Agus.

Ia menegaskan bahwa permasalahan sampah plastik tidak hanya menjadi isu lokal, tetapi juga global.

Sampah yang terbawa arus sungai sering kali berakhir di ekosistem mangrove, menyebabkan pencemaran dan mengancam kehidupan berbagai spesies.

"Aksi bersih mangrove ini adalah langkah nyata dalam menjaga keseimbangan alam dan mendukung upaya melawan pemanasan global," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, Dedik Irianto menyampaikan, kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian HPSN 2025.

Setelah sebelumnya fokus pada program "Asta Pasar", kali ini perhatian tertuju pada "Asta Mangrove".

"Kami melakukan pembersihan di sini untuk mencegah sampah plastik mencemari laut. Sampah yang terkumpul akan dikirim ke TPS 3R Gunung Anyar untuk didaur ulang," jelas Dedik.

Dedik menuturkan bahwa Surabaya telah memiliki sistem penyaringan sampah di beberapa sungai sebelum airnya mengalir ke laut.

Namun, aliran sungai di KRM Gunung Anyar masih belum dilengkapi penyaring, sehingga aksi bersih mangrove ini menjadi langkah krusial dalam pengelolaan sampah.

"Kami melakukan kerja bakti di sini karena sistem penyaringan belum ada. Kebetulan, program nasional HPSN 2025 juga menempatkan 'Asta Mangrove' sebagai aksi utama, sehingga ini menjadi momen yang tepat untuk pembersihan," paparnya.

Aksi bersih mangrove di KRM Gunung Anyar ini terbagi dalam empat zona, di mana tiga zona difokuskan pada pembersihan sampah, sementara zona keempat digunakan untuk penanaman bibit mangrove.

"Sebanyak 200 bibit mangrove telah disiapkan untuk ditanam di kawasan ini," pungkasnya.

Dengan adanya aksi ini, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan semakin meningkat.

Selain itu, langkah ini juga menjadi bagian dari upaya jangka panjang dalam melindungi ekosistem mangrove sebagai benteng alami pesisir Kota Surabaya. (dim/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#hari peduli sampah nasional #surabaya #Kebun Raya Mangrove Gunung Anyar #mangrove #ekosistem pesisir #kementerian lingkungan hidup dan kehutanan