Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Tradisi Ziarah Kubur Jelang Ramadan di Surabaya

Rahmat Sudrajat • Jumat, 28 Februari 2025 | 01:03 WIB
Warga Surabaya melakukan ziarah ke makam kerabatnya jelang datangnya bulan Ramadan, di TPU Ngagel, Surabaya, Kamis (27/2).
Warga Surabaya melakukan ziarah ke makam kerabatnya jelang datangnya bulan Ramadan, di TPU Ngagel, Surabaya, Kamis (27/2).

RADAR SURABAYA - Setiap menjelang bulan suci Ramadan masyarakat akan berbondong-bondong datangi pemakaman untuk melakukan nyekar atau ziarah kubur untuk mendoakan keluarga yang telah meninggal dunia.

Salah satu tempat pemakaman yang ramai peziarah yakni di TPU Ngangel, Surabaya.

Makam seluas 5 hektare itu dipenuhi peziarah. Apalagi sejak kemarin, banyak warga dari luar kota yang berziarah ke makam.

Suasana haru terlihat saat peziarah memanjatkan doa di atas pusara makam keluarga. 

Seperti Suryani, bersama kedua anaknya tengah berdoa di pusura suaminya.

Tetesan air matanya mengenai pusara sang suami yang telah pergi beberapa tahun tahun lalu. Lantunan surah Yasin dibacakan ketiga orang itu.

Menurutnya, ziarah merupakan tradisi setiap tahun menjelang puasa. "Kalau dari tradisi keluarga kami memang tradisi setiap tahun," ujar Suryani, Kamis (27/2).

Dia mengaku tidak hanya ziarah di makam sang suami, namun makam nenek dan mertuanya juga dibacakan Yasin dan panjatkan doa kubur.

Tak lupa dia dan ketiga anaknya menaburkan bunga serta membersihkan pusura ketiganya.

"Ya sekalian dibersihkan juga sama diberikanan kembang supaya harum," tuturnya.

Tradisi ini biasanya dilakukan, satu hari atau dua hari menjelang Ramadan.

Menurutnya, nyekar merupakan tradisi turun temurun yang tidak bisa ditinggalkan sebelum Ramadan dan setelah lebaran.

"Ya harapannya dengan nyekar (ziarah, Red) semua almarhum dan almarhumah dilapangkan kuburnya. Mendapatkan tempat yang baik. Amien," harapnya.

Kepala UPTD TPU Ngangel, Surabaya, Rudi Hartono mengatakan, sejak seminggu lalu peziarah dari luar kota sudah banyak yang nyekar ke makam Ngangel.

Dia menambahkan, puncak nyekar hari ini sampai besok atau satu hari menjelang Ramadan. 

"Apalagi ini malam Jumat, banyak sekali yang nyekar. Hari ini puncaknya dan juga besok," ujar Rudi.

Dia menyebut hampir setiap hari menjelang Ramadan ratusan peziarah mengunjungi makam keluarga, bahkan mereka datang hingga maghrib.

"Kalau hari ini banyak yang dari Surabaya dan sekitarnya. Kalau Minggu lalu dari luar kota yang banyak. Setiap hari kalau menjelang Ramadan gini bisa ratusan orang yang ziarah karena momen satu tahun sekali kan," jelasnya.

Selain nyekar biasanya peziarah juga memperbaiki makam. Makam Ngangel mempunyai 53.571 makam.

Rata-rata makam keluarga yang sudah ditumpang karena menurut Rudi sudah tidak ada lahan lagi untuk makam baru.

"Mayoritas di sini makam sudah ditumpang jadi mereka keluarga yang dimakamkan. Maksimal ada lima jenazah yang ditumpang ada juga yang sampai enam," tuturnya.

Sementara itu, di TPU Keputih yang menjadi tempat pemakaman khusus Covid-19 oleh ribuan orang yang meninggal dunia akibat wabah pandemi Covid-19 juga terpantau ramai.

Selain berziarah dan berdoa, pemakaman khusus Covid-19 juga menjadi pengingat adanya wabah penyakit yang mengakibatkan ribuan jiwa melayang.

Tak sedikit, warga yang harus kehilangan sejumlah keluarga akibat pandemi Covid-19.

"Ya ini ziarah ke makam kakak dan orang tua. Sembari mengingat masa lalu kalau ada pandemi yang dahsyat sehingga saya harus kehilangan keluarga," tutur salah satu peziarah Rita. (rmt/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#surabaya #ziarah kubur #nyekar #tradisi #tpu keputih #ramadan #tpu ngagel