RADAR SURABAYA - Komisi VII DPR RI melakukan kunjungan kerja persiapan haji 2025 di Asrama Haji Sukolilo Surabaya, Rabu (26/2).
Dalam kunjungannya, Wakil ketua Komisi VIII DPR RI, sekaligus Ketua Tim Kunjungan Kerja Spesifik, Abdul Wachid mengapresiasi persiapan haji di Jawa Timur.
Dengan waktu yang kurang tiga bulan ini Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur sudah menyelesaikan pelunasan biaya perjalanan ibadah haji sebanyak 53 persen sejak dibuka 14 Februari lalu.
"Perkembangan dan persiapan haji di Jawa Timur sangat bagus dengan jumlah jemaah haji terbesar. Saat ini saja sudah 53 persen yang sudah melakukan pelunasan haji kemudian untuk perkembangan paspor sudah 79 persen," kata Abdul Wachid, Rabu (26/2).
Oleh karena itu, dia meminta dengan waktu yang tersisa ini persiapan yang kurang bisa segera diselesaikan.
"Tapi saya yakin hal ini bisa segera dipenuhi oleh Jawa Timur apalagi punya cadangan sampai 10 ribu. Ini sangat menggembirakan," tuturnya.
Meski demikian pihaknya juga tengah mencari solusi terkait persoalan penerbangan yang menggunakan jenis pesawat Boeing 777 yang membutuhkan dua kali take off dari Juanda dan Kualanamu. Dengan membutuhkan pengisian avtur dua kali.
"Ini membutuhkan biaya cukup besar kami tengah mencari solusi supaya Embarkasi Surabaya juga mempunyai landasan pacu untuk pesawat triple seven sehingga tidak lagi melakukan technical landing," terangnya.
Pihaknya juga berharap dengan jumlah jemaah Jawa Timur yang besar tidak lagi menambah suatu asrama haji.
Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Akhmad Sruji Bahtiar berterima kasih atas perhatian komisi VIII DPR RI terhadap Jawa Timur yang jumlah jemaah haji terbanyak.
Dari total kuota jemaah haji Jawa Timur sebanyak 35.152 orang, komposisinya terdiri dari 33.055 jemaah non-lansia, 102 pembimbing KBIHU, 237 petugas haji daerah, dan 1.758 jemaah lansia.
"Sampai dengan saat ini progres persiapan haji di Jawa Timur sudah mencapai 79 persen untuk paspor yang sudah masuk di Siskohat. Sedangkan untuk pelunasan Bipih sudah mencapai 53,39 persen atau 18.588 orang yang sudah melunasi," ujar Bahtiar.
Dirinya mengusulkan untuk jemaah lansia yang telah lama menunggu, namun usianya masih lebih muda dibandingkan jemaah dengan usia lebih tinggi untuk mendapatkan prioritas.
Bahtiar berencana mengusulkan pembagian tiga klaster usia untuk jemaah haji lansia, agar lebih adil.
"Sehingga mencerminkan keadilan. Jemaah 65 tahun yang menunggu lama mendapatkan porsi, begitu pula jemaah berusia di atas 100 tahun yang layak mendapatkan penghormatan untuk berangkat," pungkasnya. (rmt/nur)
Editor : Nurista Purnamasari