RADAR SURABAYA - Wacana untuk mengembangkan area Kota Lama di kawasan Ampel terus dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Salah satunya ialah lewat pengembangan kawasan serambi ampel.
Usai di sana terbentuk kawasan UMKM, pemkot bakal melakukan sejumlah pengembangan untuk menunjang kawasan wisata area Timur Tengah itu.
Kepala Bidang Bangunan Gedung Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) Kota Surabaya, Iman Krestian mengungkapkan, pengembangan kawasan tersebut akan mulai dikebut usai Rumah Potong Hewan (RPH) yang ada di Pegirian pindah ke Surabaya barat.
Eks gedung RPH itu akan dikembangkan menjadi area-area penunjang kawasan wisata.
"Iya sementara masih belum dilaksanakan karena RPH masih belum pindah," kata Iman.
Kawasan RPH tersebut nantinya akan dibuat menjadi satu area dengan Serambi Ampel.
Pedagangnya akan ditata ulang dengan konsep pasar syariah. Selain itu akan ada juga area play ground untuk anak-anak di sana.
Terkait kabar mengenai apakah akan ada taman labirin sebagai fasilitas wisata penunjang, Iman menyebut kalau hal tersebut belum final.
Hingga saat ini, konsep dan kajian mengenai pengembangan kawasan serambi ampel ini masih dilakukan guna memaksimalkan potensi dari aset pemerintah di sana. "Iya itu belum tentu taman labirin juga kok," ucap Iman.
Menurut Iman, semua yang dilakukan pemerintah kota di area tersebut adalah untuk menciptakan wajah baru dari kawasan wisata religi di sana.
Namun, tentunya tetap tanpa meninggalkan kesan dan nilai-nilai religinya.
"Nanti menyesuaikan kebutuhan yang diperlukan untuk penunjang wisata religi ya pastinya," ujarnya.
Sebagai informasi, mengenai kepindahan RPH tersebut diperkirakan akan berlangsung pada bulan Mei mendatang.
Sebab, saat ini pemerintah kota tengah melakukan sejumlah perbaikan kecil semisal pemenuhan sarpras penunjang bagi RPH yang baru itu. (dim/nur)
Editor : Nurista Purnamasari