Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Peringati Hari Peduli Sampah Nasional lewat Aksi Bersih Pasar Keputran Surabaya

Dimas Mahendra • Senin, 24 Februari 2025 | 01:55 WIB

 

KESADARAN LINGKUNGAN: Pelajar melakukan kerja bakti membersihkan Pasar Keputran dalam Hari Peduli Sampah Nasional 2025.
KESADARAN LINGKUNGAN: Pelajar melakukan kerja bakti membersihkan Pasar Keputran dalam Hari Peduli Sampah Nasional 2025.

RADAR SURABAYA– Dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2025, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menggelar Aksi Bersih Pasar di Pasar Keputran, Sabtu (22/2).

Kegiatan ini melibatkan berbagai elemen masyarakat dan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan sampah secara bijak.

Kegiatan ini turut dipantau langsung oleh Deputi Bidang Pengendalian Perubahan Iklim (BPPI) dan Tata Kelola Nilai Ekonomi Karbon BPLH, Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) RI, Ary Sudijanto, didampingi Sekretaris Kota (Sekda) Surabaya, Ikhsan.

Selain aksi bersih-bersih, mereka juga melakukan sosialisasi pemilahan dan pengelolaan sampah kepada para pedagang di Pasar Keputran.

Setelah aksi bersih berlangsung, Ikhsan dan Ary Sudijanto bergabung dalam konferensi daring untuk mendengarkan arahan langsung dari Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup RI, Hanif Faisol Nurofiq.

Dengan mengusung tema "Pasar Bersih melalui Kelola Sampah dengan Bijak, Bersama Kita Dorong Gerakan Nasional Membersihkan Pasar Nusantara", kegiatan ini bertujuan mendorong kesadaran nasional dalam mengelola sampah pasar secara lebih sistematis.

Menurut Ary Sudijanto, pemilihan pasar sebagai lokasi utama HPSN 2025 bukan tanpa alasan.

Hal ini dilakukan untuk memperingati 20 tahun tragedi Leuwigajah, Cimahi, yang disebabkan oleh ledakan gas metana akibat tumpukan sampah organik yang tidak terkelola dengan baik.

"Pasar adalah sumber sampah yang signifikan, tetapi juga memiliki potensi besar untuk diolah dan dimanfaatkan kembali. Di Surabaya, sampah pasar telah diolah menjadi kompos, pakan maggot, dan pakan ternak. Di Pasar Keputran sendiri, sampah dikumpulkan, dipilah, lalu dicacah agar lebih siap untuk diolah," jelas Ary Sudijanto.

Ia juga mengapresiasi inovasi Surabaya dalam pengelolaan sampah yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat, termasuk pelajar.

"Yang membanggakan adalah bagaimana anak-anak muda turut aktif dalam inisiatif ini. Ke depan, kita akan memiliki kader-kader luar biasa yang peduli terhadap pengelolaan sampah," tambahnya.

Sementara itu, Sekda Kota Surabaya, Ikhsan, menegaskan bahwa Aksi Bersih Pasar ini melibatkan berbagai komunitas, seperti Putra-Putri Lingkungan, Tunas Hijau, PKK, Kader Surabaya Hebat (KSH), serta masyarakat umum, dengan total peserta mencapai 500 orang.

Ia mencontohkan berbagai inovasi pengelolaan sampah yang telah dilakukan oleh Putra-Putri Lingkungan.

"Ada yang mengolah sampah organik dengan maggot BSF, di mana dalam setahun mereka telah mengolah 15 ton sampah organik. Ada juga yang memanfaatkan limbah cangkang telur, di mana sejak Februari 2024 hingga saat ini, sebanyak 20,16 ton limbah telah diolah menjadi pupuk, pigura, dan vas bunga," ungkap Ikhsan.

"Di daerah lain, inisiatif seperti ini belum banyak dilakukan. Oleh karena itu, Surabaya menjadi contoh bagi daerah lain dalam pengelolaan sampah pasar. Ke depannya, program ini akan diperluas, sehingga seluruh pasar dapat memilah sampah organik dan non-organik secara mandiri," tambahnya.

Ikhsan melaporkan bahwa aksi bersih di Pasar Keputran berhasil mengumpulkan 1.034 kg sampah, yang terdiri dari 900 kg sampah organik dan sisanya non-organik.

"Sampah organik langsung diolah di Pasar Keputran untuk dijadikan kompos atau pakan maggot, sehingga tidak ada limbah yang terbuang sia-sia," ujarnya.

Selain di Surabaya, Aksi Bersih Pasar serentak juga dilakukan di tujuh kota lain di Indonesia, yaitu Pasar Teluk Gong Jakarta Utara, Pasar Santa Jakarta Selatan, Pasar Kosambi Bandung, Pasar Lau Cih Medan, Pasar Jagasatru Cirebon, Pasar Merdeka Samarinda, dan Pasar Induk Minasa Maupa Makassar.

Dengan berbagai inovasi dan keterlibatan masyarakat, Surabaya terus menunjukkan komitmennya dalam menciptakan kota yang bersih dan berkelanjutan. (dim/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#hari peduli sampah nasional #pasar keputran #surabaya #kementerian lingkungan hidup #pemkot surabaya #Pengelolaan Sampah