RADAR SURABAYA - Selama tiga pekan lebih, Satreskrim Polrestabes Surabaya dan Polsek jajaran mengungkap 70 kasus pencurian kendaraan motor (curanmor) di Surabaya. Sebanyak 42 orang tersangka ditangkap. Tiga di antaranya masih status anak di bawah umur.
Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfie Sulistiawan mengatakan, dalam kurun waktu 24 hari, mulai 26 Januari 2025 hingga 18 Februari 2025, Satreskrim Polrestabes Surabaya dan jajaran mengungkap 70 kasus curanmor.
"Ada 42 orang tersangka. Tiga berkategori anak dan 11 orang adalah residivis," ungkapnya, Kamis (20/2).
Luthfie menyebut, modus pelaku mencuri motor kebanyakan merusak kunci setir motor menggunakan kunci leter T. Dalam pengungkapan ada 68 kasus pencurian motor dengan modus merusak kunci setir menggunakan kunci T dan kunci masih menempel 2 kasus.
Barang bukti yang diamankan terdapat 19 unit motor, kunci leter T 12 buah, 4 BPKB, rekaman CCTV 4 unit, helm 2 buah, HP, sandal, tas dan kunci magnet. Para pelaku beraksi mulai dari waktu pagi, siang dan malam.
"Dari 70 kasus, sebanyak 56 TKP di permukiman, 11 di jalan umum dan 3 kasus di tempat parkir pertokoan," terangnya.
Mantan Dirreskrimsus Polda Jatim ini mengimbau, untuk mencegah aksi curanmor masyarakat yang ada di permukiman diimbau untuk meningkatkan keamanan baik menggunakan sistem portal atau kembali melaksanakan siskamling.
Selain itu, masyarakat diminta untuk tidak memarkir motor sembarangan, menambah kunci ganda, tidak meninggalkan kunci menempel dan segera melapor polisi bila menjadi korban curanmor atau mengetahui pelaku curanmor.
"Kami juga masih melakukan pemeriksaan pengembangan dan upaya mendapatkan barang bukti kendaraan motor, kita upaya pengembangan ke penadah," tegasnya.
Sementara itu, polisi mengembalikan motor yang dicuri kepada korbannya. Salah satu korban Didin Pujianto, 58, mengaku sangat senang motor Honda Beat miliknya yang hilang kembali ditemukan.
Saat itu motornya raib dicuri ketika diparkir di bahu jalan depan rumah Jalan Kendung Indah, Benowo. Kunci motor saat itu masih menempel karena baru saja diservis. "Saat saya tinggal melayani pembeli di toko nggak sampai 10 menit, motor dicuri pelaku. Modusnya pelaku mengamen. Ya sempat terekam CCTV satu orang," ucapnya. (rus)
Editor : Lambertus Hurek