RADAR SURABAYA - Pengurusan akta kelahiran hingga kartu identitas anak (KIA) di Surabaya kini semakin mudah.
Bahkan, saat ini sudah ada 61 rumah sakit di Surabaya yang berkolaborasi dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Surabaya untuk memperluas jangkauan dalam pengurusan dokumen kependudukan anak-anak.
Seperti di RSUD Haji Jawa Timur, yang termasuk dalam 61 rumah sakit di Surabaya yang berkolaborasi dengan Dispendukcapil Surabaya.
Menurut Humas RSUD Haji Jawa Timur Masrur, proses pelayanan adminduk untuk bayi yang baru saja lahir dilakukan sejak dua tahun yang lalu.
Dia mengungkapkan, pada prakteknya, petugas rumah sakit membantu pengurusan administrasi yang dilakukan secara daring.
”Tim kami yang handle pengurusan secara online, orang tua atau keluarga cukup tunggu saja,” kata Masrur, Rabu (19/2).
Dia mengaku dalam prakteknya, proses pemberkasan dan pendaftaran melalui website Dispendukcapil usai, orang tua akan mendapat berkas secara soft file.
”Yang kirim bukan kami, tapi langsung dari dinas, dan bisa cetak sendiri,” terangnya.
Dalam sebulan terakhir pihaknya telah melayani persalinan rujukan sekaligus mengeluarkan administrasi kependudukan beruka KIA, Akta Kelahiran dan KK dengan tambahan anggota keluarga baru.
”Januari kemarin saja ada 23 proses pengurusan atau proses persalinan, dan lancar. Sampai sekarang ada 30 lebih yang tengah proses," tuturnya.
Selain di RSUD Haji Jawa Timur, juga di RS Jiwa Menur. Rumah sakit yang terletak di Jalan Raya Menur Surabaya ini sudah melakukan pelayanan pengurusan dokumen kelahiran sejak 2024 lalu.
Direktur Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Menur Surabaya drg Vitria Dewi menjelaskan, proses kolaborasi untuk pencatatan kependudukan merupakan langkah maju untuk memperkuat segala layanan pemerintah.
Dia juga mengungkapkan, akhir Januari lalu, baru membantu proses persalinan.
”Sudah, setelah lahir langsung dapat akta kelahiran dan lainnya,” tutur drg Vitria.
Lebih lanjut dia menjelaskan, proses itu berlangsung di poliklinik Obgyn RSJ Menur.
Menurutnya, kolaborasi itu merupakan langkah strategis dan memberikan manfaat yang besar.
"Bagi rumah sakit, juga menjadi salah satu pertimbangan masyarakat untuk menjatuhkan pilihan layanan kesehatan dengan nilai plus," pungkasnya. (rmt/nur)
Editor : Nurista Purnamasari