RADAR SURABAYA - Persiapan ibadah haji tahun 2025 di Jawa Timur sampai saat ini pada tahap pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BIPIH) dan juga pengumpulan paspor jemaah di Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) untuk proses pengecekan data sebelum proses mendapatkan visa.
Kabid Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur, Mohammad As'adul Anam, mengatakan sampai dengan jumlah jemaah haji di Jawa Timur yang melunasi BIPIH sejak dibuka 14 Februari lalu mencapai 4.906 orang.
"Jumat kemarin hari pertama pelunasan sebanyak 1.267 orang. Sekarang sudah mencapai 4.906 orang atau 14.09 persen. Untuk yang lunas hari kemarin 3.639 orang," terang Anam, Selasa (18/2).
Lebih lanjut Anam menjelaskan, untuk prosedur pelunasan, jemaah harus mengantongi istitaah kesehatan dari puskesmas.
Setelah itu baru bisa melakukan pelunasan ke bank syariah.
Pelunasan BIPIH akan berlangsung hingga 14 Maret mendatang.
"Minta bukti pelunasan kemudian menjadi keanggotaan JKN bawa indentitas dibawah ke kementerian agama maka jemaah tersebut masuk jemaah yang sudah melunasi," tuturnya.
Total kuota jemaah haji Jawa Timur sebanyak 35.152 orang, komposisinya terdiri dari 33.055 jemaah non-lansia, 102 pembimbing KBIHU, 237 petugas haji daerah, dan 1.758 jemaah lansia.
Sementara itu, Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur juga tengah mengumpulkan paspor dari jemaah yang berangkat haji di tahun ini.
"Ya saat ini tahapannya masih pasporing dan pelunasan. Untuk fast track dan transportasi masih kita godok," ujar Anam.
Anam menyebut untuk saat ini jumlah paspor jemaah haji yang sudah terkumpul di Siskohat sejak Desember 2024 sampai dengan saat ini untuk proses pengecekan mencapai 54,83 persen atau 24.870 paspor jemaah.
"Kemarin (Senin, Red) 24.676 sekarang Selasa sudah mencapai 24.870," tutur Anam.
Pemerikasaan paspor dilakukan sebelum dikirim ke Kedubes Arab Saudi di Jakarta untuk proses pengajuan permohonan visa haji.
"Ya jadi tahapannya paspor jemaah haji dari verifikasi provinsi, setelah itu verifikasi pusat. Jika sudah oke, nanti diajukan permohonan visa ke Saudi," jelasnya.
Anam mengaku sejauh ini untuk paspor expired masih belum ada karena sebelumnya sudah diinformasikan ke daerah atau Kantor Kemenag Kota/Kabupaten.
Anam juga menyebut untuk daerah yang sudah banyak mengirimkan paspor haji di Siskohat yakni Kota Madiun kemudian disusul Kabupaten Ngawi.
Oleh karena itu dia minta kabupaten/kota segera menginformasikan ke jemaah haji untuk mengumpulkan paspor agar proses pengecekan maupun verifikasi lebih cepat.
Nantinya jemaah haji kloter pertama akan masuk asrama haji mulai tanggal 1 Mei 2025 dan diberangkatkan ke tanah suci pada 2 Mei 2025. (rmt/nur)
Editor : Nurista Purnamasari