RADAR SURABAYA - Aliansi Jatim Menggugat, gabungan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Jawa Timur, akan menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung DPRD Jatim pada Senin (17/2) pukul 12.00 WIB.
Aksi ini merupakan bentuk protes dan evaluasi terhadap kinerja 100 hari kerja Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam Kabinet Merah Putih.
Koordinator aksi Aliansi Jatim Menggugat, Aulia Thariq Akbar mengatakan, keresahan masyarakat semakin tak terbendung akibat sejumlah kebijakan yang dinilai tidak berpihak pada rakyat.
"Intinya, kami mengevaluasi 100 hari kerja Prabowo-Gibran. Banyak polemik yang memicu kegeraman mahasiswa dan masyarakat," tegas Thariq, yang juga menjabat sebagai Presiden BEM Unair.
Beberapa kebijakan yang dikritik antara lain efisiensi anggaran di sektor pendidikan yang dianggap mengorbankan investasi masa depan bangsa, serta multifungsi TNI/Polri di sektor sipil yang dinilai menyimpang dari cita-cita reformasi.
"Bukan hanya soal efisiensi anggaran. Ada juga hak-hak dosen yang belum terpenuhi, dan kejelasan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN)," imbuhnya.
Aliansi Jatim Menggugat mengajukan 10 tuntutan, di antaranya penolakan efisiensi anggaran di sektor pendidikan, pemenuhan hak-hak dosen, peninjauan ulang program Makan Bergizi Gratis, penolakan penerbitan Izin Usaha Pertambangan (IUP) di lingkungan kampus.
kemudian penolakan revisi Tata Tertib DPR RI, penolakan revisi UU KUHAP & UU Kejaksaan, kejelasan dan evaluasi pembangunan IKN, realisasi reforma agraria, evaluasi Inpres Nomor 1 Tahun 2025, dan penghapusan multifungsi TNI/Polri di sektor sipil.
Diperkirakan 1.000-1.500 mahasiswa dari berbagai kampus di Jawa Timur akan mengikuti aksi ini.
Thariq berharap Ketua DPRD Jatim bersedia menemui para demonstran dan meneruskan tuntutan mereka ke pemerintah pusat.
"Harapannya, Ketua DPRD Jatim bisa menemui kami dan menyampaikan surat pernyataan kami ke pusat," pungkasnya. (rmt/nur)
Editor : Nurista Purnamasari