Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Strategi Pengentasan Kemiskinan Jadi Bahan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dalam Retreat Kepala Daerah

Dimas Mahendra • Senin, 17 Februari 2025 | 01:55 WIB

 

SIAPKAN STRATEGI: Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dan Wawali Surabaya Armuji bersama Wamendagri Bima Arya Sugiarto saat menjalani tes kesehatan di gedung Kemendagri Jakarta.
SIAPKAN STRATEGI: Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dan Wawali Surabaya Armuji bersama Wamendagri Bima Arya Sugiarto saat menjalani tes kesehatan di gedung Kemendagri Jakarta.

RADAR SURABAYARetreat bagi kepala daerah terpilih di Indonesia dijadwalkan akan dilaksanakan di Akademi Militer (Akmil), Magelang, pada 21-28 Februari 2025.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi pun bersiap untuk mengikutinya dengan menyiapkan bahan pembahasan.

Dalam forum tersebut, ia akan memaparkan berbagai program strategis Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya untuk lima tahun ke depan, khususnya dalam upaya penanganan kemiskinan dan stunting.

Salah satu isu utama yang akan dibahas adalah sinkronisasi data kemiskinan antara pemerintah pusat dan daerah.

"Ini akan kami sampaikan pada saat retreat, akan kami diskusikan ya. Karena kan tidak mungkin ada tiga lembaga memiliki data kemiskinan berbeda, lah makannya itu nanti akan saya sampaikan di forum itu," kata Eri, Minggu (16/2).

Menurutnya, perbedaan data yang terjadi saat ini menghambat efektivitas program pengentasan kemiskinan.

Oleh karena itu, ia ingin mencari solusi agar pemerintah pusat dan daerah memiliki sistem pendataan yang lebih terintegrasi.

Selain itu, ia juga akan memaparkan mekanisme perencanaan anggaran dan pencairan keuangan Pemkot Surabaya, yang diharapkan dapat menjadi model bagi daerah lain dalam pengelolaan anggaran secara efisien.

Wali Kota Eri menilai bahwa retreat ini menjadi kesempatan strategis untuk menyamakan visi antara pemerintah pusat dan daerah.

"Inilah waktunya pemerintahan ini bersatu, dan tidak ada lagi membedakan mana pemerintah pusat dan mana pemerintah daerah," sebutnya.

Ia juga menyoroti tantangan yang dihadapi pemerintah daerah dalam memberikan bantuan kepada warga miskin akibat keterbatasan akses terhadap data Nomor Induk Kependudukan (NIK).

"Bagaimana kita bisa tahu dalam satu keluarga miskin itu yang umur produktif berapa itu kan tidak tahu kita. Ini lah yang akan kami sampaikan ke dalam retreat ini," ungkapnya.

Melalui pertemuan ini, Eri berharap para kepala daerah dapat merumuskan solusi bersama untuk mempercepat pengentasan kemiskinan dan penurunan angka stunting.

"Dan juga diharapkan bisa bekerja sama dengan pemerintah pusat dan provinsi, sehingga bisa menurunkan kemiskinan dan stunting secara signifikan," tandasnya.

Dengan adanya diskusi dalam retreat ini, Pemkot Surabaya berharap dapat mengoptimalkan koordinasi dengan pemerintah pusat dalam menangani permasalahan sosial yang ada di daerah. (dim/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#Retreat Kepala Daerah #wali kota surabaya #pemkot surabaya #penanganan kemiskinan #Eri Cahyadi #stunting