RADAR SURABAYA - Pemerintah Kota Surabaya telah berupaya mengantisipasi dampak angin kencang di musim hujan seperti saat ini.
Seperti Kamis (14/2) sore, angin kencang dan hujan deras melanda beberapa kawasan di Surabaya.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya, Dedik Irianto mengatakan, pihaknya melakukan perantingan rutin pohon yang rawan tumbang.
"Sambil ada pengecekan pohon rawan, kalau membahayakan ya kita amankan," kata Dedik, Jumat (14/2).
Dia menyebutkan, dari Januari hingga awal Februari ini, telah terjadi ratusan pohon tumbang akibat angin kencang. "Ada seratus lebih total Januari-Februari ini," ujarnya.
Sebagai upaya mitigasi, DLH Surabaya juga gencar melakukan penanaman pohon baru. "Selalu kita tanam dan jauh lebih banyak daripada yang pohon tumbang," tutur Dedik.
Sementara itu, peneliti senior dari Pusat Penelitian Mitigasi Kebencanaan dan Perubahan Iklim (Puslit MKPI) ITS, Amien Widodo menjelaskan, perubahan iklim global memicu terjadinya cuaca ekstrem.
Salah satunya, angin puting beliung yang kian meningkat frekuensi, kekuatan angin, kecepatan, dan jangkauan wilayah terdampaknya.
Oleh karena itu, pihaknya telah mengambil langkah proaktif untuk membantu mengurangi dampak dari angin puting beliung dengan menganalisis kondisi pohon di taman perkotaan di Surabaya.
"Pendekatan triple helix yang melibatkan pemerintah, akademisi, dan masyarakat turut mendukung keberhasilan memantau kondisi lingkungan. Masyarakat dapat segera melaporkan jika melihat adanya kondisi pohon yang tidak sehat dan kurang layak di sekitarnya," ujarnya.
Menurutnya, DLH berperan penting untuk mengeksekusi penggantian pohon yang sudah tidak sehat.
“Peran akademisi sendiri berfokus pada pemetaan risk tree assessment di beberapa lokasi,” terang Amien.
Turut mendukung inovasi teknologi dan kesadaran dalam tanggap bencana, ITS juga sedang mengembangkan alat untuk memindai kesehatan pohon.
“Ke depannya, alat untuk mendeteksi kekosongan kambium yang berpotensi membuat pohon rentan roboh tersebut akan digunakan,” pungkasnya. (rmt/nur)
Editor : Nurista Purnamasari