RADAR SURABAYA - Hujan deras disertai angin kencang yang melanda Surabaya, Rabu (13/2), menyebabkan beberapa bangunan roboh dan belasan pohon tumbang di sejumlah titik. Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Surabaya langsung melakukan evakuasi dan penanganan di lokasi terdampak.
Kepala BPBD Surabaya Agus Hebi Djuniantoro mengatakan, pihaknya masih terus melakukan pendataan dan penanganan terhadap kejadian akibat cuaca ekstrem tersebut. Beberapa lokasi mengalami kerusakan cukup parah. Ada insiden atap bangunan beton runtuh yang menimpa dua korban.
"Kami menerima laporan mengenai bangunan yang roboh di beberapa lokasi serta pohon tumbang yang menghambat akses jalan. Saat ini tim kami masih bekerja di lapangan," ujar Agus Hebi.
BPBD Surabaya juga mencatat ada empat titik bangunan roboh akibat cuaca ekstrem. Salah satunya di Jalan Tanjungsari 2, Sukomanunggal. Dia mengungkapkan, atap bangunan beton yang runtuh menimpa dua korban.
"Sekarang sudah tertangani, luka kejatuhan atap di kaki. Dua korban saja. Kalau di tiga titik yang lain, tidak ada korban tapi masih pendataan kerusakan hingga saat ini,” paparnya.
Ketiga titik itu di Kutisari Selatan XV No 46, Tanjungsari V No 14, dan di Jalan Panduk Gang I No 10, Panjang Jiwo.
Agus Hebi menyebut BPBD, Posko Barat, dan Tim Gerak Cepat (TGC) Barat telah diterjunkan ke lokasi terdampak tersebut untuk membantu proses evakuasi dan memastikan keamanan warga di sekitar area kejadian.
Selain bangunan roboh, hujan deras juga menyebabkan belasan pohon tumbang di berbagai titik. Mulai di Kedung Baruk, Jalan Zamhuri, Rungkut Tengah, Jalan Kenjeran No 337, dan Gunung Anyar Lor 2 No 98.
"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama saat hujan deras dan angin kencang melanda. Jika menemukan pohon tumbang atau bangunan yang rawan roboh, segera laporkan ke BPBD atau pihak berwenang," tegas Agus.
Beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk menghindari risiko adalah menghindari berteduh di bawah pohon besar atau bangunan tua yang berpotensi roboh. Memastikan drainase di sekitar rumah tidak tersumbat untuk menghindari genangan air.
“Segera melaporkan kejadian darurat ke BPBD Surabaya melalui hotline atau layanan pengaduan yang tersedia," ujarnya. (*)
Editor : Lambertus Hurek