RADAR SURABAYA – Menjelang bulan suci Ramadan, Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polres Pelabuhan Tanjung Perak menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke pasar-pasar tradisional di wilayahnya. Langkah ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan dan stabilitas harga bahan pokok penting (bapokting), guna mengantisipasi lonjakan harga serta kelangkaan barang yang kerap terjadi menjelang hari-hari besar.
Sidak yang dipimpin oleh Kanit VI Pidana Ekonomi (Pidek) Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Iptu Yoga Prihandono, menyasar Pasar Tradisional Nambangan, Kenjeran, serta Indomaret Kedung Cowek, Surabaya, pada Rabu (12/2).
Dalam kegiatan ini, petugas memeriksa berbagai bahan pokok seperti beras, minyak goreng, gula, bawang merah dan putih, cabai, telur, serta daging sapi dan ayam. Selain itu, mereka juga berdialog dengan pedagang untuk menggali informasi terkait harga dan pasokan barang.
Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP William Cornelis Tanasale, melalui Kasi Humas Iptu Suroto, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah proaktif kepolisian dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok di wilayahnya. Masyarakat pun diimbau agar tidak panik dan tetap membeli bahan pokok sesuai kebutuhan.
“Kami terus memantau perkembangan harga dan ketersediaan bahan pokok di pasar tradisional. Jika ditemukan indikasi penimbunan atau spekulasi yang menyebabkan kenaikan harga, kami akan menindak tegas sesuai hukum yang berlaku,” ujar Iptu Suroto.
Selain sidak di pasar tradisional, Satgas Pangan juga berkoordinasi dengan instansi terkait seperti Dinas Perdagangan untuk memastikan kelancaran distribusi bahan pokok dari tingkat distributor hingga pedagang.
Berdasarkan hasil sidak, ketersediaan bahan pokok di wilayah hukum Polres Pelabuhan Tanjung Perak masih mencukupi, dengan harga yang relatif stabil. “Hasil pengecekan di pasar tradisional maupun toko modern menunjukkan bahwa pasokan bahan pokok dalam kondisi aman,” jelasnya.
Pihak kepolisian menegaskan akan terus memantau perkembangan harga dan ketersediaan bahan pokok guna mencegah gejolak yang dapat merugikan masyarakat. “Kami berharap masyarakat tidak khawatir terhadap ketersediaan bahan pokok maupun lonjakan harga menjelang Ramadan,” pungkasnya. (jar)
Editor : Lambertus Hurek