RADAR SURABAYA - Hampir setiap hari pengaspalan jalan di Surabaya dilakukan, pasalnya tak sedikit jalan berlubang yang kerap menganggu mobilitas pengendara di jalan.
Pengaspalan dilakukan pada setiap wilayah oleh petugas rayon Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya. Mulai dari tambal sulam sampai pengasapalan baru.
Seperti pengaspalan tambal sulam yang dilakukan oleh petugas rayon Surabaya Barat DSDABM di Jalan Raya Simo Kalangan, Surabaya, Selasa (11/2).
Petugas menambal tiga petak jalan yang berlubang di ruas jalan tersebut.
Tak butuh waktu setengah jam petugas rayon pun menambal jalan tersebut kemudian meratakan dengan roller pemadat aspal atau silinder mini sehingga jalan tak lagi berlobang, meski tidak rata.
Menurut Koordinator Rayon Barat DSDABM Kota Surabaya, Irwan Rusmana, pihaknya melakukan pengaspalan ini dari aduan warga di aplikasi WargaKu. Sehingga dia langsung turun untuk melakukan pengaspalan jalan.
"Ya ini ada aduan warga dari aplikasi WargaKu adanya jalan berlubang di Jalan Simo Kalangan," ujar Irwan, Selasa (11/2).
Setiap hari menurutnya, ada banyak titik yang dilakukan pengaspalan baik tambal sulam maupun pengaspalan baru.
Menurutnya, saat tidak ada hujan pengaspalan cenderung mudah karena tidak tergenang air ketika ada jalan berlubang. "Kalau panas gini enak nambalnya nggak terlalu sulit," tuturnya.
Dalam sehari pihaknya mobile untuk melakukan pengaspalan, khusus di wilayah Surabaya Barat dari Banyurip sampai Romokalisari.
"Setiap hari minim 5-7 titik pengaspalan di wilayah Surabaya barat saja. Karena setiap wilayah kan ada rayonnya sendiri-sendiri," terang Irwan.
Setiap tim satgas atau rayon yang berada di lima wilayah tersebut terdiri dari empat orang.
Selain menghimpun data keadaan jalan rusak dari tim satgas, DSDABM Surabaya juga menerima informasi jalan rusak berdasarkan laporan pengguna jalan melalui aplikasi maupun media sosial.
Pihaknya membawa 7-8 ton aspal setiap harinya. Untuk tambal sulam saja. Namun jika ada ada pengaspalan baru maka aspal akan ditambah. "Satu hari membawa 7-8 ton aspal," ungkapnya.
DSDABM kota Surabaya setiap hari menyediakan hampir 60 ton aspal digunakan untuk pengasapalan.
"Tapi kalau kondisi hujan (cuaca) biasanya sampai 120 ton aspal. Karena harus berlapis dan titik pengaspalan banyak juga," tutur Kabid Jalan dan Jembatan DSABM Surabaya Adi Gunita. (rmt/nur)
Editor : Nurista Purnamasari