Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Entaskan Kemiskinan Ekstrem, Kemensos Optimalkan Peran Strategis Perguruan Tinggi

Rahmat Sudrajat • Selasa, 11 Februari 2025 | 00:24 WIB

 

KERJA SAMA: Mensos Saifullah Yusuf menerima cendera mata dari Ketua Forum Rektor Indonesia, Nurhasan dalam Penandatanganan MoU Kemensos dan Forum Rektor Indonesia di Graha Unesa, Senin (10/2).
KERJA SAMA: Mensos Saifullah Yusuf menerima cendera mata dari Ketua Forum Rektor Indonesia, Nurhasan dalam Penandatanganan MoU Kemensos dan Forum Rektor Indonesia di Graha Unesa, Senin (10/2).

RADAR SURABAYA – Forum Rektor se-Indonesia resmi menjalin kerja sama dengan Kementerian Sosial (Kemensos) untuk memberantas kemiskinan. 

Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dilakukan di Graha Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Senin (10/2).  

Kerja sama ini bertujuan untuk mengoptimalkan peran perguruan tinggi dalam upaya pengentasan kemiskinan di Indonesia.

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf mengungkapkan pentingnya kolaborasi antara akademisi dan pemerintah dalam mengatasi masalah kemiskinan.  

"Saya bersama para rektor, ingin bergandengan tangan, berkolaborasi, bersinergi, dan saling menguatkan untuk mengentaskan masalah kemiskinan," kata Saifullah Yusuf.

Pria yang akrab disapa Gus Ipul itu menekankan pentingnya penggunaan data terbaru dan tepat sasaran dalam penyaluran bantuan sosial (bansos).  

"Presiden ingin ke depan kemiskinan diatasi secara seksama dan menggunakan data terbaru, efektif, tepat sasaran. Targetnya, kemiskinan ekstrem mencapai nol persen di tahun ini atau paling lambat tahun depan. Untuk lima tahun mendatang, kemiskinan ditargetkan di bawah 5 persen," jelasnya.

Dia juga menjelaskan bahwa efisiensi anggaran tidak akan mengurangi penyaluran bansos, bahkan cenderung akan ditambah. 

Namun, pembaruan data akan dilakukan setiap tiga bulan untuk memastikan penyaluran bansos tepat sasaran.

Wakil Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Wamendikbudristek) Prof Fauzan menambahkan, untuk mengatasi kemiskinan membutuhkan kajian mendalam. 

"Mengatasi permasalahan kemiskinan, karena kita kumpulan orang terdidik, tentu harus menggunakan kajian. Sehingga fenomena kemiskinan tidak hanya sekedar gambaran saja tapi ada treatment setelah dilakukan kajian dari berbagai sisi," jelas Prof Fauzan.  

Dia juga menekankan pentingnya program yang kongkrit dan berdampak,  serta keterlibatan mahasiswa dan dosen melalui kegiatan seperti Kuliah Kerja Nyata (KKN), magang, atau tugas akhir.

Ketua Forum Rektor Indonesia, Prof Nurhasan turut menyampaikan dukungannya terhadap program ini.

"Formula pengentasan kemiskinan saat ini sedang dikaji tapi yang jelas dari hulu dan hilir harus clear," tutur Prof Nurhasan.

Prof Nurhasan juga berharap kerja sama antara Forum Rektor se-Indonesia dan Kemensos ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam upaya pengentasan kemiskinan di Indonesia melalui pendekatan yang terukur dan berbasis data. (rmt/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#surabaya #saifullah yusuf #kementerian sosial #forum rektor indonesia #UNESA #kemiskinan #akademisi