Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Antrean LPG 3 Kg Kembali Terjadi di Kampung Malang Tengah Surabaya, Diprediksi Terjadi hingga Seminggu 

Rahmat Sudrajat • Rabu, 5 Februari 2025 | 18:40 WIB

 

ANTRE LAGI: Masyarakat mengantre lagu gas LPG 3 kg sejak pagi di pangkalan Jalan Kampung Malang Tengah I Surabaya, Rabu (5/2).
ANTRE LAGI: Masyarakat mengantre lagu gas LPG 3 kg sejak pagi di pangkalan Jalan Kampung Malang Tengah I Surabaya, Rabu (5/2).

RADAR SURABAYA - Antrean panjang kembali terjadi di pangkalan gas LPG 3 kg milik Agus Sugianto di Kampung Malang Tengah I, Surabaya, Rabu (5/2) pagi. 

Fenomena ini merupakan kelanjutan dari antrean serupa yang terjadi pada Selasa pagi. 

Sejak Rabu pukul 06.00 WIB, warga berbondong-bondong mengantre menggunakan sepeda motor hingga gerobak. Mayoritas antrean tersebut merupakan pengecer gas LPG.

Antrean hari Rabu bahkan lebih panjang, membentang hingga gapura Tempel Sukorejo, melebihi panjang antrean pada hari sebelumnya.

Agus memperkirakan antrean akan berlangsung hingga satu minggu, menyebut situasi ini lebih parah daripada kejadian serupa sebelumnya.

"Biasanya gak seperti ini. Tapi ini lebih parah. Karena masyarakat panik dalam  Saya prediksi sampai empat hari sampai seminggu," tutur Agus.

Dirinya sendiri mendapat pasokan 250-200 tabung LPG 3 kg sehari dari agen. Namun saat ini tabung gas yang ada di tempatnya masih aman.

"Masih aman, kurang lebih ada 300 tabung yang saat ini ada. Karena saya ada kontrak dengan pihak agen. Bisa nggak bisa sehari bisa terima sekian nggak boleh lebih dan kurang," ungkapnya.

Antrean hari ini menurutnya banyak orang yang bukan pelanggannya atau dari luar.

"Kemarin itu banyak pelanggan saya, sekarang banyak orang luar. Tapi tetap saya beri tapi satu tabung. Sedangkan yang pelanggan saya beri lima tabung. Harganya tetap Rp 18 ribu," ujar Agus. 

Banyaknya orang di luar pelanggannya yang ikut mengantre menurutnya karena pangkalan di luar biasanya kosong atau dia mengaku kadang dimanfaatkan orang-orang untuk menimbun.

"Jadi saya meminimalisir hal-hal seperti itu, khawatir ditimbun," ungkap Agus.

Meski demikian Agus akan menolak jika ada yang kembali mengantre karena dia khawatir pelanggan atau pembeli lainnya tidak kebagian.

"Tapi mulai nanti sudah saya tolak untuk yang sudah antre," ujarnya. Agus juga berharap distribusi tabung LPG 3 kg supaya lebih baik lagi biar gak semua ke tempatnya.

Di Jalan Kampung Malang Tengah terdapat beberapa pangkalan LPG namun pangkalan milik Agus yang banyak diserbu oleh pembeli.

“Saya juga tidak enak dengan yang lain. Tempat saya bukanya jam 06.00 kalau di tempat lain bukanya lebih di atas tempat saya. Saya berharap distribusi lebih merata," harapnya.

Sementara itu, salah satu pengantre, Ani mengaku pihaknya lebih memilih mengantre untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan seperti kelangkaan gas atau pasokan berkurang dari agen.

"Ya khawatir juga mas, karena bisa jadi tiba-tiba langka. Ya kita antisipasi juga. Tapi juga untuk memenuhi kebutuhan pembeli di toko saya juga," ujar Ani.

Ani juga mengataka,n di hari pertama juga mengantre. Kemarin dia mendapatkan jatah lima tabung gas LPG 3 kg sekarang dia mendapatkan lima.

"Ya dua hari ini antre. Sekarang diberi lima gas saja. Katanya sih ada pembeli dari luar pelanggan," pungkasnya. (rmt/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#Gas LPG #surabaya #lpg 3kg #kampung malang