Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Perlintasan Kereta Gubeng Jaya Surabaya Dibuka Kembali, Pengamanan Diperketat

Rahmat Sudrajat • Rabu, 5 Februari 2025 | 01:25 WIB

 

Pengendara kendaraan bermotor melintasi perlintasan kereta api di kawasan Gubeng, Surabaya. 
Pengendara kendaraan bermotor melintasi perlintasan kereta api di kawasan Gubeng, Surabaya. 

RADAR SURABAYA - Perlintasan kereta api di Gubeng Jaya, Surabaya, yang sempat ditutup setelah kecelakaan antara kereta api dan pengendara roda dua pada 24 Januari lalu, telah dibuka kembali pada 3 Februari.

Pembukaan kembali perlintasan ini disertai dengan pengamanan yang diperketat untuk mencegah kejadian serupa terulang.

Kini, perlintasan tersebut dijaga oleh dua petugas secara swadaya, masing-masing bertugas di sisi barat dan timur.

Petugas menggunakan rompi dan mengatur sirkulasi lalu lintas, memastikan tidak ada kereta yang melintas sebelum memberi izin pengguna jalan untuk menyeberang.

Selain itu ada tambahan pipa besi dipasang sebagai pembatas di kedua sisi perlintasan untuk mencegah pengguna jalan menerobos.

Ketua RW 02 Kelurahan Gubeng, Djoko Soesanto menjelaskan, jalur ini merupakan akses alternatif penting yang menghubungkan beberapa kawasan publik dan memangkas waktu tempuh.

Oleh karena itu, pembukaannya kembali dilakukan dengan pengawasan yang lebih ketat.

"Bisa dibilang penghubung antar tempat-tempat publik, jadi dibuka kembali dengan lebih ketat," ungkap Djoko, Selasa (4/2).

Pengamanan ketat ini meliputi penerapan sistem antrean, penambahan personil menjadi dua orang per shift, dan larangan bagi siapa pun untuk membuat konten foto atau video di sekitar perlintasan kereta api, termasuk larangan aktivitas nongkrong di bantaran rel.

"Ya kan sudah dilarang, jika ada yang tetap ambil konten bakal dibubarkan," tegasnya.

Selain penambahan petugas dan penerapan aturan, pihak RW juga menambahkan fasilitas berupa pembatas besi di kanan dan kiri perlintasan untuk mencegah pengendara roda dua menerobos.  

Djoko menambahkan, akses ini merupakan alternatif bagi warga RW 1-4 di Kelurahan Gubeng dan pengguna jalan dari arah barat ke timur.

"Makanya petugasnya ada dua, jadi memastikan tidak ada yang nyelonong begitu saja, dan harus antri," jelasnya.  

Djoko berharap dengan peningkatan keamanan dan fasilitas swadaya ini, aktivitas masyarakat dapat berjalan lancar, namun tetap mengutamakan keselamatan. Perlintasan tersebut tetap ditutup pada malam hari.

"Kejadian itu baru pertama kali selama saya disini, dan kalau malam larut ya ditutup," pungkasnya. (rmt/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#Gubeng Jaya #kereta api #kecelakaan #perlintasan kereta api