Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Ratusan Perlintasan KA di Wilayah Daop 8 Surabaya Tanpa Penjaga, Kecelakaan Terjadi Berulang

Rahmat Sudrajat • Selasa, 4 Februari 2025 | 23:57 WIB

 

TANPA PALANG PINTU: Petugas memasang rambu di perlintasan KA yang dilewati oleh pengendara.
TANPA PALANG PINTU: Petugas memasang rambu di perlintasan KA yang dilewati oleh pengendara.

RADAR SURABAYA - Dengan diberlakukannya Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka) 2025 yang meningkatkan kecepatan dan frekuensi kereta api, risiko kecelakaan di perlintasan tersebut semakin meningkat. 

Manager Humas KAI DAOP 8 Surabaya, Luqman Arif  mengungkapkan kekhawatirannya. 

Gapeka 2025 mengakibatkan peningkatan kecepatan kereta api di beberapa jalur hingga 120 km per jam, jauh lebih cepat dari sebelumnya (90-110 km per jam).  

Kereta api seperti Argo Bromo Anggrek, Argo Semeru, Argo Wilis, Turangga, Bima, Sancaka, Kertanegara, Malioboro, dan Jayakarta termasuk yang mengalami peningkatan kecepatan.

"Peningkatan kecepatan ini terjadi di jalur Surabaya Pasar Turi - Tobo dan Wonokromo - Surabaya Gubeng," kata Luqman, Selasa (4/2).

Data KAI Daop 8 Surabaya per 4 Februari 2024 menunjukkan dari total 436 perlintasan sebidang, 137 di antaranya tidak memiliki penjaga. Kondisi ini diperparah dengan keberadaan 28 perlintasan liar.

"KAI Daop 8 Surabaya selama tahun 2024 telah melakukan penutupan 28 perlintasan sebidang liar di wilayahnya," terangnya.

Meskipun 223 perlintasan dijaga oleh Dishub dan KAI, dan 48 lainnya dijaga swadaya masyarakat, jumlah perlintasan tanpa penjaga tetap menjadi ancaman serius.

"Sepanjang tahun 2024, telah terjadi 45 pelanggaran di perlintasan sebidang, melibatkan 32 kendaraan roda dua dan 13 kendaraan roda empat. Angka ini menunjukkan betapa bahayanya perlintasan tanpa penjaga," ungkapnya.

Sebagai upaya proaktif KAI untuk meminimalisir kejadian pelanggaran di jalur KA, Daop 8 Surabaya melakukan penutupan perlintasan sebidang sebanyak 28 titik, dan juga sosialisasi sebanyak 227 kali, yang terdiri 187 sosialisasi di perlintasan sebidang dan 40 sosialisasi di sekolah. 

Sosialisasi keselamatan kepada pengendara ini dilakukan pada perlintasan sebidang yang berpalang pintu, perlintasan yang dijaga oleh swadaya masyarakat, hingga perlintasan sebidang tanpa palang pintu.

Dalam sosialisasinya, KAI Daop 8 Surabaya juga memberikan pesan kepada pengendara motor, mobil, hingga kendaraan besar seperti bus dan truk.

"KAI Daop 8 Surabaya mengingatkan kepada seluruh pengendara untuk waspada dan berhenti ketika akan melewati perlintasan sebidang KA," pungkasnya. (rmt/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#surabaya #kereta api #GAPEKA #kai daop 8 surabaya #perlintasan kereta