Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Piala Dunia 2026 Selebriti Sidoarjo Surabaya Surabayapedia Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Cara Warga Medokan Ayu Surabaya Tekan Angka Gizi Buruk dan Stunting lewat Posyandu Keluarga

Rahmat Sudrajat • Selasa, 4 Februari 2025 | 01:40 WIB

 

Program posyandu keluarga di Medokan Ayu saat memberikan pelayanan kepada anak-anak.
Program posyandu keluarga di Medokan Ayu saat memberikan pelayanan kepada anak-anak.

RADAR SURABAYA - Posyandu Keluarga RW 15 Medokan Ayu, Kecamatan Rungkut, Surabaya, menjadi contoh nyata kolaborasi dan integrasi layanan kesehatan dapat menekan angka gizi buruk dan stunting.

Dengan fokus utama pada penanganan gizi buruk pada anak di bawah dua tahun, posyandu ini telah menunjukkan hasil yang signifikan, bahkan berhasil mencapai status zero stunting di wilayahnya.

Keberhasilan ini tidak terlepas dari kerja keras dan kolaborasi berbagai pihak.

Tenaga kesehatan dari Puskesmas Medokan Ayu, Kader Surabaya Hebat (KSH), dan mahasiswa magang dari Universitas Airlangga bahu-membahu memberikan pelayanan kesehatan yang komprehensif.  

Menurut Ketua RW 15 Medokan Ayu, Michael Marcus, keterlibatan berbagai pihak ini memudahkan pemantauan dan penyebaran informasi mengenai gizi yang baik untuk anak dan balita.

"Banyaknya petugas yang terlibat memudahkan pemantauan dan penyebaran informasi tentang gizi yang baik. Harapannya, program ini dapat meningkatkan peran Posyandu dalam menekan angka kematian ibu dan bayi serta mencegah gizi buruk," kata Marcus, Senin (3/2).

Posyandu Keluarga RW 15 Medokan Ayu tidak hanya melayani ibu hamil dan balita, tetapi juga remaja, dewasa, dan lansia.

Program ini mengintegrasikan lima layanan utama yakni kesehatan ibu dan anak (KIA), keluarga berencana (KB), imunisasi, gizi, dan pencegahan diare.

Dukungan juga datang dari berbagai pihak, termasuk tokoh agama, LSM, organisasi masyarakat, dan dunia usaha, memastikan layanan kesehatan yang lebih luas dan merata.

Posyandu ini rutin diselenggarakan setiap bulan. Pada Januari 2025, Posyandu Keluarga melibatkan 102 kepala keluarga (KK) di wilayah RW 15.

Marcus berharap, akses mudah terhadap layanan kesehatan dasar yang komprehensif dan terintegrasi ini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Kami ingin memastikan setiap individu, dari bayi hingga lansia, mendapatkan layanan kesehatan yang mereka butuhkan," harap Marcus.

Prestasi zero stunting di RW 15 Medokan Ayu merupakan hasil kolaborasi antara kecamatan, kelurahan, puskesmas, dan berbagai pihak lainnya.

Selain itu, Posyandu juga aktif mendampingi dan memantau kesehatan lima ibu hamil untuk memastikan kondisi kesehatan ibu dan janin tetap baik.

"Pemantauan tidak hanya sebatas asupan gizi, tetapi juga kondisi psikis ibu dan janin, sebagai langkah awal mencegah stunting," jelas Marcus.  

Keberhasilan Posyandu Keluarga RW 15 Medokan Ayu diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi wilayah lain dalam upaya meningkatkan kesehatan masyarakat secara nyata. (rmt/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#gizi buruk #surabaya #Layanan Kesehatan #Posyandu Keluarga #medokan ayu #stunting