Ekonomi Gresik Hobi & Lifestyle Jatim Mancanegara Nasional Olahraga Person of The Year Selebriti Sidoarjo Surabaya Tekno & Oto Wisata & Kuliner

Hampir 50 Orang Meninggal di Pantai Selatan Jawa Akibat Arus Rip Current

Rahmat Sudrajat • Senin, 3 Februari 2025 | 02:07 WIB

 

Akibat rip current, hampir 50 orang meninggal di sepanjang pantai selatan Jawa.
Akibat rip current, hampir 50 orang meninggal di sepanjang pantai selatan Jawa.

RADAR SURABAYA - Arus rip current atau arus balik yang kuat di pantai, kembali menjadi sorotan setelah sejumlah siswa SMPN 7 Kota Mojokerto terseret ombak di Pantai Drini, Yogyakarta.

Bahkan arus rip current berpotensi besar terjadi di seluruh pantai selatan Jawa karena berhadapan langsung dengan Samudera Hindia. 

Meskipun gelombang yang menuju garis pantai bersifat acak dan tidak terprediksi, tetapi dapat dipastikan pantai yang berbatasan dengan samudera lepas memiliki gelombang datang yang tinggi.   

Kejadian ini mendorong dosen departemen teknik kelautan ITS, Wahyudi untuk menjelaskan bahaya arus rip current.

Menurutnya, arus rip current terbentuk ketika gelombang laut pecah dan menciptakan aliran air yang kuat menuju laut lepas.

Pantai berbentuk teluk, khususnya di selatan Jawa yang berhadapan langsung dengan Samudra Hindia, rentan terhadap arus rip current yang kuat dan terkadang tak terlihat karena tampak tenang.

"Memang nampak tidak berbuih dan tenang, tapi itu ada arus rip di dalamnya," kata Wahyudi, Minggu (2/2).

Lebih lanjut dia menjelaskan ciri-ciri area rawan arus rip adalah area air tenang di antara gelombang berbuih. 

Arus ini memiliki kecepatan 0,85 hingga 1 meter per detik, dan lebar sekitar 9-11 meter, mampu menyeret sedimen dan membentuk palung yang tampak gelap. 

"Saking cepatnya arus tersebut, juara renang olimpiade sekalipun tidak akan kuat melawan arus rip," ungkapnya.

Arus rip current dapat terjadi kapan saja dan di mana saja, terutama di pantai berteluk atau tepi tanjung. 

Kondisi hidro-oseanografi dan morfologi pantai memengaruhi kekuatan arus ini. 

Dia juga menyebut data menunjukkan peningkatan korban tenggelam akibat arus rip current di pantai selatan Jawa dari tahun 2017 hingga 2022, dengan hampir 50 orang meninggal dunia.

"Setidaknya dari tahun 2017 hingga 2022 ada 50 orang yang meninggal karena arus rip. Ini menjadi ancaman bagi pengunjung pantai. Karena arus tersebut tidak bisa dihilangkan tapi bisa dihindari," jelasnya.

Untuk mencegah korban berulang, Wahyudi menekankan pentingnya mitigasi melalui sosialisasi masif di sekolah-sekolah dan masyarakat. 

Peningkatan fasilitas pantai seperti kapal cepat, pelampung, dan penjaga pantai yang andal juga diperlukan.

"Jika terseret arus rip, sebisa mungkin untuk berenang ke samping, sejajar dengan pantai, untuk menghindari arus tersebut," imbaunya.

Wahyudi berharap sosialisasi bahaya arus rip current dapat digalakkan, melibatkan pemerintah daerah dan sukarelawan.

Upaya ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) 13 (aksi mengatasi perubahan iklim), SDGs 3 (kesehatan), dan SDGs 11 (kota dan komunitas berkelanjutan). (rmt/nur)

Editor : Nurista Purnamasari
#samudera hindia #jawa #rip current #pantai #pantai drini #pantai selatan